Pencarian

BYD Pastikan Kebakaran Pabrik Subang Akibat Kelalaian Oknum Kontraktor, Api Padam dalam 10 Menit

Jumat, 12 Juni 2026 • 00:04:31 WIB
BYD Pastikan Kebakaran Pabrik Subang Akibat Kelalaian Oknum Kontraktor, Api Padam dalam 10 Menit
Kebakaran kecil di atap pabrik BYD Subang berhasil dipadamkan dalam 10 menit.

BENGKULU — Head of Marketing PR and Government Relations BYD Indonesia Luther Panjaitan menjelaskan titik kebakaran terjadi di area atap bangunan yang masih dalam tahap konstruksi. Material yang terbakar, menurut dia, adalah bahan berbasis plastik dan karet yang menghasilkan asap tebal berwarna hitam.

"Memang ada sedikit keteledoran dari oknum pihak kontraktor sehingga menyebabkan ada bagian kecil di posisi atap yang terbakar," kata Luther saat ditemui di Jakarta, Kamis (12/6).

Asap Tebal dari Material Plastik dan Karet

Luther menegaskan luas area yang terdampak api tergolong kecil. Namun, kepulan asap tampak membesar karena karakteristik material yang terbakar. "Karena material yang terbakar itu tertentu, menyebabkan asap yang cukup tebal. Namun memang terlihat asapnya ngebul karena material yang terbakar berbahan plastik dan karet," ujarnya.

Proses pemadaman dilakukan secara mandiri oleh tim keamanan dan pekerja proyek di lokasi. Fasilitas pemadam kebakaran yang tersedia di dalam area pabrik disebut langsung difungsikan. "Tapi setelah pemadaman secara mandiri dan ada fasilitas pemadaman juga, hanya dalam waktu 10 menit selesai," tutur dia.

Finalisasi Pabrik Berjalan Normal

BYD memastikan insiden tersebut tidak berdampak pada aktivitas pembangunan pabrik yang tengah memasuki fase akhir. "Aktivitas pabrik tetap berjalan, tidak terganggu, termasuk persiapan finalisasinya," kata Luther.

Sebelumnya, beredar rekaman video di media sosial yang memperlihatkan asap pekat membumbung dari gedung yang belum rampung. Unggahan di Instagram menarasikan dugaan penyebab kebakaran akibat puntung rokok dan menyebut sejumlah pekerja berhamburan menyelamatkan diri.

Pabrik Subang merupakan investasi terbaru BYD di Indonesia dengan nilai mencapai Rp11,2 triliun. Fasilitas ini ditargetkan segera beroperasi dan diklaim mampu menyerap hingga 3.000 tenaga kerja.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks