BENGKULU SELATAN — Ratusan pelajar dari 55 SD dan 13 SMP se-Kabupaten Bengkulu Selatan unjuk kebolehan dalam Lomba Seni Budaya Tradisional, Kamis (6/8/2026). Tiga mata lomba khas daerah dipertandingkan: Tari Andun, Napa Pengantin, dan Nabuh Kelintang.
Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Kepala Disdikbud Bengkulu Selatan, serta Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Bengkulu Selatan turut hadir dalam pembukaan acara tersebut.
Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, menegaskan bahwa ajang ini memiliki makna lebih dalam dari sekadar perlombaan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai upaya strategis untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya sendiri di tengah derasnya arus budaya asing.
"Kegiatan ini bukan hanya soal menang dan kalah. Ini adalah investasi kita untuk menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya sendiri kepada anak-anak kita di tengah gempuran budaya luar," tegas Yevri dalam sambutannya.
Yevri berharap peringatan HUT ke-81 RI menjadi pengingat bagi generasi muda agar tidak melupakan jati diri bangsa. Ia mengaitkan semangat kemerdekaan dengan upaya menjaga warisan leluhur.
"Anak-anak kita harus terus mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Bengkulu Selatan sebagai identitas bangsa. Cinta tanah air harus sejalan dengan upaya menjaga warisan leluhur," tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan berkomitmen menyelenggarakan kegiatan serupa secara berkelanjutan. Langkah ini ditempuh untuk melestarikan aset budaya daerah sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berbudaya, kreatif, dan menjunjung tinggi kearifan lokal.
Antusiasme peserta tahun ini tercatat tinggi. Para siswa tampil menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri dan guru pendamping yang mendampingi sejak awal acara.