REJANG LEBONG — Fitri Agustina, Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Bengkulu, turun langsung ke lapangan dengan melakukan kunjungan kerja ke UPTD Samsat Rejang Lebong. Agenda utamanya adalah memantau realisasi kinerja petugas dan merancang langkah taktis untuk mengoptimalkan pendapatan di wilayah kerja tersebut.
Dalam kesempatan itu, ia menggarisbawahi bahwa optimalisasi pendapatan tidak semata-mata soal memenuhi angka target. Lebih dari itu, kata dia, hal ini berkaitan erat dengan tanggung jawab Jasa Raharja dalam memberikan pelindungan kepada masyarakat yang tertimpa musibah di jalan raya.
Fitri menegaskan bahwa keberhasilan penghimpunan pendapatan sangat bergantung pada kekompakan antarlembaga. Pihaknya mendorong penguatan kolaborasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), jajaran Kepolisian, dan instansi terkait lainnya dalam pelaksanaan program Samsat.
"Kami berharap seluruh jajaran dapat terus berinovasi dan memperkuat koordinasi dengan para mitra kerja sehingga target pendapatan dapat tercapai. Optimalisasi pendapatan bukan hanya tentang pencapaian angka, tetapi juga merupakan bentuk komitmen Jasa Raharja dalam menjaga keberlangsungan perlindungan bagi masyarakat," ujar Fitri Agustina.
Koordinasi yang solid antarinstansi dinilai krusial untuk memastikan tidak ada celah kebocoran potensi penerimaan. Penguatan sinergi ini juga diharapkan mampu mempercepat proses pelayanan administrasi kendaraan bermotor bagi warga.
Salah satu fokus utama yang menjadi bahan diskusi adalah rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak. Fitri menyebutkan perlunya upaya terukur untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
Dana yang terkumpul dari dua komponen tersebut merupakan sumber vital bagi operasional Jasa Raharja. Tanpa aliran dana yang sehat, kapasitas pelayanan dan kecepatan respons terhadap korban kecelakaan berpotensi terganggu.
Setelah memberikan arahan, Fitri berdiskusi secara mendalam dengan jajaran Kepala UPTD Rejang Lebong. Pembahasan difokuskan pada berbagai kendala teknis yang dihadapi di lapangan serta menggali potensi-potensi baru yang belum tergarap maksimal.
Berbagai tantangan seperti kesadaran masyarakat yang masih fluktuatif dan kendala administratif menjadi topik hangat dalam pertemuan tersebut. Dari diskusi ini, dirumuskan langkah-langkah strategis yang lebih aplikatif untuk meningkatkan kepatuhan warga dalam registrasi kendaraan bermotor.
Melalui kunjungan kerja ini, Jasa Raharja Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Target akhirnya adalah mengoptimalkan pendapatan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan perlindungan yang berkelanjutan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Bengkulu.