BENGKULU — Inflasi dan tarif impor selama satu dekade terakhir telah menggerus daya beli konsumen di segmen truk pikap. Dengan anggaran USD 35.000, pilihan model baru kini sangat terbatas, dan sebagian besar pembeli justru berisiko mengalami depresiasi nilai kendaraan yang signifikan di tengah ekonomi yang tidak menentu. Alih-alih terjebak cicilan bulanan di atas USD 500, banyak konsumen mulai melirik pasar mobil bekas untuk mendapatkan kemampuan yang setara atau bahkan lebih baik.
Ford Maverick sempat diposisikan sebagai truk kerja murah dengan harga di bawah USD 20.000 saat pertama kali diluncurkan pada 2022. Namun, permintaan yang tinggi membuat Ford menaikkan harga dasarnya hingga 50 persen, dan kini konsumen harus merogoh kocek setidaknya USD 29.685 untuk varian FWD EcoBoost XL, termasuk biaya destinasi dan akuisisi.
Masalahnya, tanpa paket towing opsional yang dipatok USD 4.760, kapasitas tarik Maverick hanya 2.000 pon. Secara praktis, kendaraan ini lebih mirip sedan yang ditinggikan dengan bak kecil di belakang, bukan truk kerja sesungguhnya.
Sebagai alternatif, Honda Ridgeline bekas menawarkan nilai yang jauh lebih baik. Mesin J-series milik Honda terkenal bandel dan mampu bertahan sangat lama. Dengan harga sepertiga dari Maverick baru, konsumen sudah bisa mendapatkan kapasitas towing hingga 5.000 pon, torsi lebih besar, dan ruang kabin yang lebih lega.
Chevrolet Colorado varian dasar WT dengan penggerak roda belakang dibanderol USD 34.495. Truk ini menggendong mesin 2.7 liter turbo empat silinder bertenaga 310 hp. Namun, pengalaman test drive menunjukkan kabinnya terasa sempit dan tertutup, meski dimensi eksteriornya terus membesar dari generasi ke generasi.
Untuk penggemar Chevrolet yang menginginkan truk empat pintu dengan mesin V8 bertenaga besar, Chevrolet Avalanche bekas menjadi pilihan yang sulit ditolak. Di pasar mobil bekas, Avalanche 2009 dengan kilometer rendah bisa didapatkan dengan harga kurang dari setengah harga Colorado baru. Keunggulan lainnya, Avalanche mampu menarik trailer berbobot 8.100 pon, sementara Colorado dasar hanya terbatas di 3.500 pon.
Hyundai Santa Cruz SE dengan penggerak roda depan dan mesin 2.5 liter empat silinder dibanderol mulai USD 31.350. Model ini hadir dengan konsep kendaraan serbaguna yang menggabungkan kenyamanan SUV dengan kepraktisan bak terbuka, mirip dengan apa yang pernah dilakukan Subaru melalui Baja di awal tahun 2000-an.
Di pasar kendaraan bekas, Subaru Baja menjadi barang langka yang justru menarik bagi kolektor. Meski teknologi dan fiturnya sudah tertinggal jauh, Baja menawarkan karakter berkendara khas Subaru dengan ground clearance yang cukup untuk penggunaan ringan sehari-hari. Keputusan akhirnya kembali pada prioritas: fitur modern dan garansi pabrik, atau harga yang jauh lebih bersahabat dengan karakter klasik.