BENGKULU UTARA — Jajaran komite sekolah meminta perbaikan konkret atas operasional dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Napal Putih. Desakan ini menyusul keluhan berulang soal waktu antar jemput makanan yang dinilai tidak selaras dengan jam belajar siswa di SMAN 12 Bengkulu Utara, Kecamatan Ulok Kupai.
Frendy, Ketua Komite SMAN 12 Bengkulu Utara, menegaskan bahwa keterlambatan distribusi dari SPPG Air Tenang bukan lagi persoalan sepele. Pihaknya menilai hal ini berdampak langsung pada konsentrasi dan aktivitas siswa di kelas.
“Memang pendistribusiannya sering berlangsung siang hari. Tentu kondisi seperti ini dapat mengganggu aktivitas dan kegiatan belajar mengajar di sekolah,” ungkap Frendy kepada awak media, baru-baru ini.
Frendy menjelaskan, keterlambatan yang terjadi secara berulang memaksa pihak sekolah mengambil langkah antisipasi. Dalam kondisi tertentu, sekolah memilih untuk tidak menerima MBG yang datang melewati batas waktu yang telah disepakati.
Keputusan menolak makanan tersebut, lanjut dia, bukan tanpa alasan. Pihak sekolah memiliki pertimbangan tersendiri terkait kelayakan dan keamanan pangan yang akan dikonsumsi para peserta didik.
“Sekolah tentu harus melakukan langkah antisipasi. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Persoalan waktu distribusi ini dinilai menjadi catatan penting bagi BGN Regional Bengkulu. Komite sekolah berharap ada pembenahan manajemen logistik di SPPG Air Tenang agar pendistribusian bisa tiba tepat waktu, sebelum jam istirahat sekolah dimulai.
Selain ketepatan waktu, kualitas makanan yang meliputi kebersihan, gizi, dan kondisi fisik saat tiba di sekolah juga menjadi perhatian utama. Menurut Frendy, pelaksanaan program MBG harus benar-benar memperhatikan tiga aspek tersebut secara bersamaan.
Ia menambahkan, evaluasi menyeluruh diperlukan agar program nasional yang menyasar para pelajar ini dapat berjalan efektif tanpa mengorbankan kenyamanan proses belajar di sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BGN Regional Bengkulu maupun pengelola SPPG Air Tenang belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan evaluasi dari komite sekolah tersebut.