Dokter di Bengkulu Bangun Masjid Dhyah Putri di Sidomulyo untuk Mengenang Putrinya

Penulis: Yasir  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:32:31 WIB
Masjid Dhyah Putri berdiri di kawasan permukiman Jalan Hibrida X, Kota Bengkulu.

BENGKULU — Masjid Dhyah Putri berdiri megah di tengah kawasan permukiman Jalan Hibrida X, dengan akses melalui Jalan Panti, Kota Bengkulu. Nama rumah ibadah itu diabadikan dari nama putri sang dokter yang telah berpulang.

Sosok dokter tersebut disebut dalam pemberitaan dan percakapan warganet sebagai dr. Dodok Kadarmantha. Sejumlah pengguna media sosial membagikan pengalaman positif saat memperoleh pelayanan kesehatan darinya, termasuk pengalaman mendapatkan perawatan gigi secara gratis.

Diresmikan Wali Kota pada Agustus 2026

Peresmian masjid berlangsung di RT 16, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi meresmikannya pada Selasa (25/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan prasasti dan penyerahan akta wakaf sebagai bagian dari legalitas rumah ibadah. Penyerahan akta itu menandai status tanah dan bangunan masjid sebagai aset wakaf.

Kubah Keemasan dan Pencahayaan Terang di Malam Hari

Video penampakan masjid beredar luas di media sosial dan menarik perhatian masyarakat. Bangunannya terlihat menonjol pada malam hari dengan pencahayaan terang dan kubah berwarna keemasan.

Antusiasme warga tampak dari kedatangan mereka untuk melaksanakan salat berjamaah sekaligus menyaksikan langsung keindahan bangunannya. Sejumlah pengunjung juga mengabadikan momen kunjungan melalui foto.

Tim Wordpers.id menelusuri keberadaan masjid dengan mengunjungi lokasi secara langsung pada Rabu malam (21/10/2026). Dari peninjauan itu, Masjid Dhyah Putri tampak berdiri megah di tengah kawasan permukiman dan menjadi salah satu tempat ibadah yang menarik perhatian masyarakat.

Harapan agar Kenangan Putri Terus Menghidupkan Kebaikan

Keberadaan masjid di kawasan permukiman itu diharapkan memudahkan masyarakat sekitar maupun pengunjung yang ingin singgah menunaikan ibadah. Bagi umat Islam, masjid bukan sekadar tempat salat, melainkan juga ruang mempererat silaturahmi dan membangun kepedulian sosial.

Pembangunan masjid ini menjadi gambaran bagaimana rasa kehilangan diwujudkan melalui ikhtiar yang bermanfaat bagi masyarakat. Di balik berdirinya bangunan tersebut, tersimpan kenangan seorang ayah terhadap putrinya, sekaligus harapan agar rumah ibadah itu menjadi tempat tumbuhnya kebaikan.

Reporter: Yasir
Sumber: wordpers.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top