Kabar ini dikonfirmasi langsung melalui pesan kepada para pengguna pada Selasa lalu. Supernatural Health, perusahaan independen yang lahir dari rahim Meta, akan meluncurkan aplikasi barunya pada musim gugur tahun ini. Kabar baiknya, para pelatih virtual yang menjadi nyawa dari pengalaman berolahraga di Supernatural—dengan gerakan dan motivasi khas mereka—dipastikan kembali.
Namun, ada harga yang harus dibayar. Biaya berlangganan naik signifikan menjadi 180 dolar AS per tahun (sekitar Rp 2,88 juta) atau 20 dolar AS per bulan (sekitar Rp 320 ribu). Sebelumnya, di bawah kepemilikan Meta, pengguna hanya membayar 100 dolar AS per tahun atau 10 dolar AS per bulan.
Aplikasi Lama Mati, Data Pengguna Harus Dipindahkan
Bagi yang masih setia menggunakan aplikasi Supernatural versi lama, ada tenggat waktu yang perlu dicatat. Aplikasi dan semua langganan yang ada saat ini akan berhenti berfungsi total pada 3 Desember mendatang.
Setelah tanggal tersebut, pengguna wajib memindahkan (transfer) langganan mereka ke aplikasi baru Supernatural Health. Meski begitu, jadwal pasti peluncuran aplikasi anyar ini belum diumumkan secara gamblang, menimbulkan sedikit ketidakpastian di tengah kelegaan para penggemar.
Kelegaan di Tengah Kekhawatiran Masa Depan
Keputusan Meta untuk menghentikan dukungan terhadap Supernatural awal tahun ini meninggalkan luka. Banyak pengguna, termasuk jurnalis teknologi yang meliput berita ini, mengaku kehilangan motivasi berolahraga. Supernatural bukan sekadar aplikasi; ia adalah rutinitas harian yang membuat penggunanya merasa berdaya.
“It wrecked me a bit,” tulis sang jurnalis dalam laporannya, menggambarkan betapa hancurnya saat aplikasi favorit itu tak lagi diperbarui. Sentimen serupa juga terlihat membanjiri grup Facebook komunitas Supernatural yang vokal. Namun, kelegaan itu masih dibayangi pertanyaan besar: akankah aplikasi baru ini mempertahankan ritme rilis lagu dan latihan baru seperti sebelumnya?
Supernatural Health hanya menjanjikan fitur-fitur baru berdasarkan masukan komunitas, tanpa detail lebih lanjut. Ini menjadi titik kritis yang akan menentukan apakah para pengguna setia akan kembali atau justru beralih ke kompetitor seperti FitXR atau Les Mills BodyCombat.
Langkah Menuju Ekosistem VR yang Lebih Terbuka
Kelahiran kembali Supernatural sebagai aplikasi independen juga punya implikasi lebih besar bagi industri VR. Jika tidak lagi terikat oleh Meta, bukan tidak mungkin aplikasi ini suatu hari nanti merambah headset VR lain, seperti yang sudah dilakukan oleh FitXR dan Les Mills BodyCombat.
Dari sisi Meta, langkah ini bisa dibaca sebagai strategi baru. Perusahaan yang berbasis di Menlo Park itu tampaknya mulai menjauh dari ambisi untuk memiliki semua aplikasi kunci di platform Horizon OS miliknya. Ini adalah sinyal sehat, mengingat banyak studio game besar yang diakuisisi Meta justru dibubarkan pada awal tahun ini.
Sembari menunggu kejelasan nasib Supernatural, Meta dikabarkan sedang mengerjakan headset Quest generasi berikutnya dengan form factor yang lebih ringkas, yang bisa hadir paling cepat tahun depan.