BENGKULU — Krisis chip memori global yang dipicu oleh demam kecerdasan buatan (AI) telah menciptakan pemenang baru di industri semikonduktor. Micron Technology, produsen chip memori terbesar di AS, melaporkan pendapatan kuartal III-2024 yang mencengangkan: USD 41,45 miliar (sekitar Rp 674 triliun), naik 400 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Laba bersih perusahaan pun meroket dari USD 1,88 miliar menjadi USD 28,2 miliar.
Krisis Chip Memori dan Dampaknya ke Kantong Konsumen
Kelangkaan chip memori—komponen penting untuk menjalankan model AI yang boros daya komputasi—diprediksi bertahan hingga 2027. Fenomena yang dijuluki "RAMageddon" ini bukan sekadar masalah korporasi. Karena permintaan melonjak dan pasokan terbatas, harga memori ikut naik. Efeknya sudah terasa di ranah konsumen. Pekan lalu, CEO Apple Tim Cook memperingatkan bahwa kenaikan harga produk Apple tidak bisa dihindari.
Kinerja Saham dan Ekspansi Bisnis
Saham Micron yang diperdagangkan di kisaran USD 83 pada awal 2024 (kapitalisasi pasar sekitar USD 91 miliar) kini ditutup di angka USD 1.048,51. Kapitalisasi pasar perusahaan yang bermarkas di Idaho ini kini mencapai USD 1,2 triliun. Setelah pengumuman laporan keuangan pada Rabu (26/6) waktu AS, harga sahamnya langsung melesat lebih dari 13 persen.
Micron juga memberikan proyeksi optimistis untuk kuartal IV-2024, dengan perkiraan pendapatan antara USD 49 miliar dan USD 51 miliar. Kabar baik lainnya, perusahaan baru saja menandatangani kontrak pasokan chip memori dan penyimpanan untuk Anthropic, laboratorium AI ternama. Micron juga ikut serta dalam pendanaan Seri H Anthropic, meski nominal investasinya tidak diungkapkan.
Apa Artinya Buat Konsumen Indonesia?
Bagi pengguna gadget di Indonesia, krisis ini berarti harga ponsel, laptop, dan perangkat lain yang menggunakan RAM atau penyimpanan berkapasitas besar berpotensi naik dalam waktu dekat. Produsen seperti Apple, Samsung, dan merek China yang bergantung pada pasokan chip dari Micron dan kompetitornya—seperti Samsung Semiconductor dan SK Hynix—terpaksa menyesuaikan harga jual. Jika Anda berencana membeli perangkat baru dengan RAM 16 GB atau penyimpanan 1 TB ke atas, bersiaplah merogoh kocek lebih dalam tahun ini.