BENGKULU — Perputaran uang sebesar Rp26 miliar itu tercatat sebelum malam penutupan festival. Artinya, angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah. Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Alpha Rizal Fadlan mengatakan capaian ini menjadi bukti Festival Tabut memberikan dampak nyata bagi ekonomi daerah selama 10 hari penyelenggaraan.
Lonjakan Transaksi dan Dampak ke UMKM
Dibandingkan penyelenggaraan Festival Tabut 2025, perputaran uang pada 2026 meningkat sekitar Rp4 miliar. Efek positif ini dirasakan langsung oleh masyarakat dan ratusan pelaku UMKM yang ikut serta dalam festival budaya yang telah masuk dalam Kalender Event Nusantara (KEN) tersebut.
"Alhamdulillah, terkait kunjungan, dari target kami 250 ribu pengunjung itu sudah tercapai, bahkan lebih. Kami sedang menunggu data valid dari lapangan untuk jumlah kunjungan," ujar Alpha.
Antusiasme Pengunjung Melampaui Tahun Lalu
Jika dibandingkan dengan tahun 2025 yang mencatat sekitar 210 ribu pengunjung, capaian tahun ini menunjukkan peningkatan antusiasme masyarakat terhadap festival budaya terbesar di Bengkulu. Tidak hanya dari dalam negeri, festival ini juga menarik perhatian pelaku usaha dari luar negeri.
Angka kunjungan tahun ini juga jauh lebih baik ketimbang 2024. Kementerian Pariwisata mencatat Festival Tabut Bengkulu 2024 hanya berhasil menarik 132 ribu kunjungan wisatawan dengan perputaran ekonomi mencapai Rp3,02 miliar serta melibatkan 70 komunitas lokal dan ratusan UMKM.
Potensi Ekonomi dari Keragaman Pengunjung
Alpha menambahkan, keragaman asal pengunjung pada Festival Tabut 2026 semakin luas. Hal ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Bengkulu ke depan. Pemerintah provinsi kini tengah menunggu data final kunjungan dari lapangan untuk memastikan angka pasti yang melampaui target 250 ribu orang.