BENGKULU — Di kawasan Pantai Panjang yang biasanya ramai wisatawan, puluhan personel TNI dari Korem 041/Gamas tampak menyisir pesisir Jumat lalu. Mereka memungut sampah plastik, botol bekas, hingga ranting yang tersangkut di bibir pantai. Bukan cuma di sana, gerakan serupa dilakukan serentak di pasar dan terminal yang selama ini menjadi titik kritis kebersihan.
"Program ini diinisiasi oleh Bapak Pangdam 21 Radin Inten, fokusnya pembersihan wilayah, khususnya di pantai, termasuk terminal dan pasar," kata Brigjen TNI Jatmiko Aryanto.
Skema Tanggung Jawab Sektor untuk Keberlanjutan
Yang membedakan program ini dari aksi bersih-bersih biasa adalah adanya pembagian sektor tanggung jawab. TNI bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu, dan Polda Bengkulu telah menyusun skema sektoral di kawasan Pantai Panjang. Setiap instansi mendapat bagian tertentu untuk dirawat kebersihannya secara berkala.
Menurut Danrem, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci agar gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. "Harus berlanjut secara rutin dan berkesinambungan," tegasnya.
Pengangkutan sampah hasil kegiatan dilakukan bekerja sama dengan pemerintah daerah menuju tempat pembuangan. Pemerintah juga terus mengupayakan penyediaan lahan pengelolaan sampah yang lebih memadai untuk jangka panjang.
2.500 Bibit Ikan Dilepas di Tapak Paderi
Di sela aksi bersih, Korem Gamas Bengkulu melepaskan 2.500 bibit ikan di kawasan wisata Tapak Paderi, Kota Bengkulu. Ikan jenis patin dan nila itu ditebar di kolam wisata pinggir Pantai Tapak Paderi. Langkah ini sekaligus menjadi upaya restocking ekosistem perairan di area publik.
Danrem mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Ia berharap Program Radin Inten Asri mampu mewujudkan kawasan pantai, pasar, terminal, dan ruang publik di Bengkulu yang lebih bersih dan tertata.