BENGKULU — Duel dua komunitas sepak bola ini mempertemukan para alumni hukum dengan tim tamu yang diperkuat dua mantan pemain Sabah FC. Meski bukan tim Liga Super Malaysia, rombongan dari Kota Kinabalu itu rutin beruji coba tiga kali seminggu dan sudah malang melintang di turnamen luar negeri, termasuk Laos dan Korea Selatan.
Pemanasan di Level Internasional
Kapten Inkracht Sakti FC, Arie Pujianto, menyebut laga ini jadi pemanasan strategis. “Maksudnya membangun komunikasi yang baik antarpencinta sepak bola sehingga terjalin silaturahmi. Ke depannya kami akan mengikuti Kejuaraan Dunia usia di atas 45 tahun untuk para lulusan hukum, jadi pertandingan ini menjadi bagian dari pemanasan bagi kami,” ucapnya.
Inkracht Sakti FC tak berhenti di sini. Rencana uji coba dengan tim dari Thailand dan Korea Selatan sudah disiapkan. Semakin banyak lawan asing, semakin tajam persiapan menuju turnamen dunia.
Tim Tamah Bukan Sembarangan
Perwakilan Kota Kinabalu, George Soh, menjelaskan timnya bukanlah klub kasta atas Malaysia. Namun, kehadiran dua mantan pemain Sabah FC membuat level permainan mereka cukup tinggi. “Kami ada dua mantan pemain Sabah FC. Selalu ada uji coba tiga kali dalam seminggu. Di Korea Selatan nanti, ada banyak tim yang ikut,” ujar George.
Tim asal Sabah ini sudah terbiasa dengan atmosfer turnamen internasional. Setelah Jakarta, mereka dijadwalkan tampil di Jeju, Korea Selatan, pada November 2026 — sebuah agenda padat yang membuktikan keseriusan mereka di kancah amatir global.
Ikatan Alumni Ingin Kolaborasi Berkelanjutan
Ketua Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Sahala Siahaan, tak ingin laga ini hanya seremoni satu kali. “Harapan kami, laga persahabatan ini bukan hanya sampai di sini, tetapi bisa berkelanjutan dengan negara-negara di Asia Tenggara. Setelah mereka datang ke Indonesia, nantinya kami juga akan berkunjung ke sana,” tuturnya.
Sahala menambahkan, persiapan menuju Mundiavocat 2027 sudah berjalan tiga tahun terakhir lewat kompetisi internal antarangkatan. Sekitar 20 angkatan alumni rutin bertanding, menjaga ritme bermain sekaligus menjaring pemain terbaik untuk tim inti.