BENGKULU — Proses belajar mengajar di SMP Negeri 19 Kota Bengkulu akhirnya kembali normal setelah PT Pertamina Patra Niaga menghadirkan ruang kelas darurat. Sebelumnya, puluhan siswa harus rela bergantian masuk sekolah karena keterbatasan ruangan pascakebakaran yang melanda gedung sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Ilham Putra, menyebutkan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berupa tenda. Pihaknya memastikan fasilitas tersebut telah memenuhi standar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sehingga proses pembelajaran tetap berjalan layak.
Lima Tenda Siaga: Solusi Hilangkan Sistem Belajar Dua Shift
Sebanyak lima tenda kelas darurat kini berdiri di lingkungan sekolah. Setiap tenda dilengkapi dengan kursi, papan tulis, dan blower untuk memastikan sirkulasi udara tetap lancar selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
“Bantuan Pertamina sangat lengkap. Selain tenda, tersedia kursi, papan tulis hingga blower untuk membantu sirkulasi udara. Dengan fasilitas tersebut, anak-anak sekarang bisa kembali belajar pada pagi hari,” kata Ilham dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Kehadiran fasilitas ini secara langsung mengatasi persoalan sistem pembagian waktu belajar. Sebelumnya, sebagian siswa terpaksa masuk sekolah pada pagi hari, sementara lainnya mengikuti kegiatan belajar pada sore hari akibat kekurangan ruang kelas.
Dukungan Korporasi untuk Keberlangsungan Pendidikan
Manager CID Planning, Monev, dan Reporting PT Pertamina Patra Niaga, Edward Manaor Siahaan, menegaskan bahwa musibah kebakaran tidak boleh menjadi penghalang bagi siswa untuk mendapatkan hak pendidikan. Pihaknya berupaya menghadirkan fasilitas yang dapat digunakan selama masa pemulihan sekolah.
“Pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun masa depan masyarakat. Melalui TJSL, kami memberikan dukungan berupa ruang kelas darurat beserta kelengkapannya agar kegiatan belajar mengajar di SMPN 19 tetap berlangsung,” ujar Edward.
Edward menambahkan, percepatan pemulihan sekolah bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Kolaborasi berbagai unsur menjadi kunci utama, mulai dari Sentra Dharma Guna UPT Kementerian Sosial RI di Kota Bengkulu, BPBD, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Revitalisasi Gedung Senilai Rp 2,2 Miliar Ditargetkan Rampung Akhir Tahun
Pemerintah Kota Bengkulu tidak tinggal diam dengan keberadaan kelas darurat. Langkah lanjutan telah disiapkan untuk mengembalikan kondisi SMPN 19 seperti sedia kala melalui program revitalisasi gedung yang rusak.
Anggaran sebesar Rp 2,2 miliar telah dialokasikan untuk pembangunan kembali ruang kelas serta pemenuhan sarana dan prasarana sekolah. Dana tersebut bersumber dari dukungan anggaran pemerintah pusat berdasarkan proposal yang telah diajukan.
Tahapan pembangunan direncanakan dimulai pada awal September 2026 dengan mekanisme swakelola. Pekerjaan akan melibatkan unsur sekolah, komite, masyarakat, serta orang tua siswa agar hasilnya sesuai kebutuhan di lapangan.
Target penyelesaian pembangunan gedung baru maksimal dalam waktu 120 hari. Dengan begitu, ruang kelas permanen diharapkan sudah dapat dimanfaatkan para siswa sekitar akhir Desember 2026, menggantikan fungsi tenda darurat yang ada saat ini.