BENGKULU — Rapat tertutup di ruang Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu pada Senin lalu memutuskan percepatan rehabilitasi Stadion Sawah Lebar. Targetnya, seluruh perbaikan selesai sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dimulai.
Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menegaskan stadion tersebut memiliki aktivitas harian yang sangat tinggi. Bukan hanya atlet, tapi juga anak-anak muda di Kota Bengkulu setiap hari memadati lapangan dan tribun.
“Kami sudah meminta Dinas PUPR segera merehabilitasi Stadion Sawah Lebar karena menjadi salah satu prioritas. Aktivitas olahraga di sana cukup tinggi dan banyak digunakan anak-anak muda,” ujar Herwan dalam keterangannya.
Skema Rehabilitasi dan Prioritas Perbaikan
Proses pengerjaan akan mengikuti mekanisme pengadaan yang berlaku. Dinas PUPR sudah diminta berkoordinasi langsung dengan Dinas Pemuda dan Olahraga untuk memetakan bagian mana yang paling darurat diperbaiki.
Herwan menambahkan, skema pembiayaan akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Meski begitu, ia optimistis pengerjaan fisik bisa dimulai tahun ini juga.
Dua GOR Cabor Masih Terbengkalai
Selain Stadion Sawah Lebar, rapat tersebut juga menyoroti nasib gedung olahraga (GOR) untuk cabang voli dan bulu tangkis. Kedua fasilitas itu hingga kini belum rampung dibangun.
Kondisi ini dinilai menghambat pembinaan atlet pelajar di Bengkulu. Padahal, POPDA menjadi ajang krusial untuk menjaring bibit muda sebelum dikirim ke level nasional.
“GOR voli belum selesai, begitu juga GOR bulu tangkis. Ada beberapa sarana olahraga lain yang perlu perawatan, termasuk sejumlah gedung olahraga di kabupaten dan kota,” tutup Herwan.
Pendataan Ulang Fasilitas Olahraga se-Provinsi
Pemerintah Provinsi tidak hanya berhenti pada stadion dan GOR. Herwan meminta Dinas Pemuda dan Olahraga melakukan pendataan menyeluruh terhadap semua fasilitas olahraga yang membutuhkan rehabilitasi.
Data itu nantinya akan diusulkan dalam program pembangunan daerah. Harapannya, tidak ada lagi sarana olahraga yang mangkrak atau tak layak pakai saat atlet pelajar membutuhkannya.
Rapat itu sendiri dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Nopri Walihan, Ketua KONI Provinsi Bengkulu Teuku Zulkarnain, Kepala BKAD Tommy Irawan, serta perwakilan dari Dinas PUPR.