SELUMA — Proses bedah rumah milik Rusadi, warga Desa Lubuk Lagan, Kecamatan Talo Kecil, memasuki tahap kritis. Bukan sekadar melapisi tembok, anggota Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0425/Seluma meratakan plesteran dengan bantuan acuan benang pengukur. Langkah ini dilakukan agar permukaan dinding benar-benar tegak lurus, padat, dan siap dicat.
Komandan Satuan Setingkat Kompi (Dan SSK) TMMD, Kapten Inf Yan Wardana, menegaskan bahwa hasil akhir bangunan menjadi prioritas utama. Menurutnya, proyek renovasi ini tidak boleh asal selesai tanpa memperhitungkan daya tahan jangka panjang.
Mengapa Plesteran Dinding Jadi Prioritas Utama?
Kapten Inf Yan Wardana menjelaskan, plesteran yang rapi berfungsi lebih dari sekadar estetika. Lapisan semen yang presisi dapat mencegah rembesan air saat musim hujan, sehingga hunian tetap kering, sehat, dan aman bagi keluarga Rusadi.
“Kami tidak ingin proyek ini asal selesai begitu saja. Rumah warga penerima manfaat harus dibangun dengan standar konstruksi yang baik agar kuat, nyaman untuk ditempati bersama keluarga, dan memiliki daya tahan dalam jangka panjang,” tegas Yan Wardana dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).
Transformasi Hunian: Dari Lapuk Menjadi Kokoh
Perubahan signifikan kini mulai terlihat. Bangunan yang sebelumnya lapuk dan memprihatinkan perlahan bertransformasi menjadi hunian yang lebih megah dan kokoh. Warga sekitar menyambut positif kemajuan ini, karena kehadiran Satgas TMMD dinilai memberikan harapan baru bagi warga kurang mampu.
Program TMMD Ke-128 ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik semata. Kodim 0425/Seluma menjadikan kegiatan ini sebagai wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Sinergi TNI dan Warga di Desa Lubuk Lagan
Setiap jengkal plesteran diperiksa secara berkala untuk meminimalisir risiko keretakan di kemudian hari. Dengan metode ini, Satgas TMMD memastikan rumah Rusadi memiliki daya tahan struktural yang kuat sekaligus hasil akhir yang maksimal saat memasuki proses pengecatan.
Kehadiran personel TNI di lapangan juga menjadi bukti bahwa orientasi kegiatan TMMD tidak hanya tertuju pada aspek pembangunan. Lebih dari itu, program ini menjadi manifestasi kehadiran negara dalam membantu warga memiliki hunian yang lebih manusiawi dan layak huni.(**)