BENGKULU — Para investor emas di Indonesia mendapati kabar mengejutkan pada Kamis (21/5/2026) pagi saat memantau papan harga di Pegadaian. Tiga produk logam mulia andalan, yaitu Antam, UBS, dan Galeri24, kompak mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Koreksi ini menjadi kesempatan menarik bagi masyarakat yang ingin mengoleksi emas dengan harga lebih miring.
Emas batangan produksi UBS mencatatkan penurunan paling tajam di antara ketiganya. Harga emas UBS kini dipatok Rp 2.797.000 per gram, merosot Rp 48 ribu dari posisi sebelumnya yang berada di angka Rp 2.845.000 per gram. Pegadaian menyediakan emas UBS ini dalam berbagai ukuran mulai dari pecahan 0,5 gram hingga bobot maksimal 500 gram.
Sementara itu, emas Antam kini dibanderol Rp 2.862.000 per gram setelah mengalami penurunan sebesar Rp 25 ribu dari harga sebelumnya Rp 2.887.000 per gram. Untuk produk Galeri24, harganya turun Rp 26 ribu menjadi Rp 2.756.000 per gram. Penurunan harga ritel domestik ini terbilang menarik karena terjadi di saat harga emas di pasar internasional justru menunjukkan arah sebaliknya.
Mengapa Harga Emas Global Justru Menguat
Di pasar global, harga emas spot justru terpantau menguat 1% menjadi USD 4.532,72 per ounce pada perdagangan Rabu (20/5/2026). Kenaikan ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran inflasi seiring munculnya harapan penyelesaian konflik di Iran yang sempat menekan pasar minyak. Kondisi tersebut turut menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dari level tertingginya baru-baru ini.
"Kita telah melihat jeda dari peningkatan imbal hasil yang berkelanjutan," ujar Direktur Perdagangan High Ridge Futures, Meger. Beliau menambahkan bahwa penguatan harga emas global ini terjadi setelah komoditas tersebut menyentuh titik terendah dalam lebih dari tujuh minggu terakhir.
Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat bertenor 10 tahun terjadi setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak Januari 2025 pada Selasa pekan ini. Ketika imbal hasil obligasi turun, daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil otomatis meningkat di mata investor global. Sementara itu, harga minyak Brent juga melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perang dengan Iran akan berakhir dengan sangat cepat.
Prospek Suku Bunga dan Pengaruhnya ke Pasar Lokal
Meskipun emas sering kali berfungsi sebagai pelindung nilai terhadap inflasi, kinerjanya cenderung tertekan dalam lingkungan suku bunga tinggi. Saat ini, pelaku pasar global sedang mencermati langkah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat selanjutnya. Berdasarkan data alat FedWatch CME, pelaku pasar memperkirakan ada peluang sebesar 48,6% bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada Desember mendatang.
Ada pula probabilitas sebesar 89,6% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan bulan Juni. Dinamika suku bunga global dan fluktuasi nilai tukar inilah yang terus memengaruhi pergerakan harga emas ritel di Indonesia setiap harinya. Bagi nasabah domestik, harga emas di Logam Mulia sendiri diperbarui setiap hari setelah pukul 08.30 WIB.