BENGKULU — Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar rapat koordinasi darurat secara virtual dari Kantor Gubernur pada Jumat (22/5/2026) untuk merespons keluhan petani sawit. Rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Bengkulu Mian itu diikuti oleh seluruh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan se-provinsi.
Harga Ketetapan Rp 3.465 per Kg, Petani Rasakan Penurunan Lebih Dalam
Berdasarkan data pemerintah, harga ketetapan TBS sawit di Bengkulu saat ini berada di angka Rp 3.465 per kilogram. Namun di lapangan, sejumlah petani melaporkan harga jual yang diterima jauh lebih rendah dalam dua hari terakhir. Kondisi ini langsung memicu keresahan karena pendapatan harian petani ikut tergerus.
Wagub Mian menegaskan bahwa penurunan harga yang terjadi tidak boleh dilakukan secara sepihak oleh pabrikan tanpa dasar kebijakan resmi. Ia memerintahkan para kepala dinas untuk turun langsung ke lapangan guna memantau aktivitas pabrik kelapa sawit di masing-masing daerah.
Wagub: Pemerintah Hadir untuk Beri Ketenangan ke Petani
“Kita melaksanakan rapat ini untuk memberikan keteduhan dan ketenangan kepada masyarakat bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah bertujuan melindungi petani di daerah,” ujar Mian dalam arahannya.
Menurutnya, persoalan harga sawit saat ini tidak lepas dari dinamika tata niaga nasional. Mian menyebut pemerintah pusat terus mendorong transparansi agar praktik seperti ekspor tidak tercatat, titipan ekspor, hingga dugaan mark up bisa dihentikan. Sistem perdagangan yang sehat dan adil, kata dia, menjadi kunci stabilitas harga di tingkat petani.
Penurunan Harga Sawit Juga Terjadi di Sumatera Lain
Fenomena anjloknya harga TBS tidak hanya terjadi di Bengkulu. Sejumlah wilayah Sumatera lainnya juga mengalami kondisi serupa. Meski demikian, Pemprov Bengkulu belum menyimpulkan faktor utama penyebab penurunan dan masih menunggu hasil penelusuran dari dinas terkait di lapangan.
“Ini menjadi perhatian bagi kepala dinas di daerah agar pabrikan kelapa sawit tidak sekonyong-konyong menjatuhkan harga di tingkat petani sebelum ada kebijakan resmi,” tegas Mian.
Wagub Akan Turun Langsung Temui Petani
Sebagai langkah lanjutan, Mian mengaku dalam waktu dekat akan turun langsung menemui masyarakat dan petani sawit di berbagai daerah. Langkah itu diambil untuk memberikan penjelasan sekaligus menyerap aspirasi petani secara langsung.
Pemerintah provinsi juga berencana memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pabrikan, dan pemangku kepentingan lain. Dengan pengawasan yang lebih ketat dan sistem perdagangan yang transparan, diharapkan harga TBS sawit bisa kembali stabil dan kesejahteraan petani tetap terjaga.