PEKANBARU — Pemadaman listrik massal yang melanda sistem kelistrikan Sumatera pada Jumat pekan lalu memicu respons cepat dari jajaran direksi PT PLN (Persero). Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bersama para direksi langsung mendatangi Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS) di Pekanbaru, Riau, pada Minggu (24/5) untuk mengawal langsung proses pemulihan.
Penyebab Blackout: Cuaca Buruk yang Mengganggu Sistem
PLN mengonfirmasi bahwa penyebab utama pemadaman massal di Sumatera adalah cuaca buruk. Kondisi ini berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatera, yang kemudian memicu gangguan berantai pada transmisi. Pemadaman terjadi pada Jumat (22/5) pukul 18.44 WIB, waktu di mana aktivitas masyarakat masih tinggi.
Proses Pemulihan: Gardu Induk dan Pasokan Pelanggan Kembali Normal
Dalam waktu kurang dari dua hari, PLN berhasil menormalkan 176 gardu induk yang sempat terdampak. Sejalan dengan itu, pasokan listrik ke pelanggan kembali pulih secara bertahap. Darmawan menyebut bahwa saat ini suplai daya sebesar 5.579 MW telah berhasil dipasok ke 1.770 jaringan distribusi pelanggan yang sebelumnya padam.
“Kami langsung mengawal proses penormalan di lapangan, dan saat ini sistem kelistrikan Sumatera sudah normal kembali. PLN terus melanjutkan proses penyalaan listrik hingga ke seluruh pelanggan,” ujar Darmawan dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Senin.
Fasilitas Publik Jadi Prioritas: Rumah Sakit hingga Bandara Dipantau Khusus
Selama proses pemulihan, PLN memprioritaskan pengamanan pasokan listrik pada fasilitas layanan publik. Rumah sakit, bandara, dan pusat layanan masyarakat menjadi sektor yang dipantau secara ketat. Langkah ini diambil agar aktivitas masyarakat di sektor-sektor vital tetap berjalan normal selama proses pemulihan sistem berlangsung.
Darmawan menambahkan bahwa seluruh parameter kelistrikan di sistem Sumatera saat ini berada dalam kondisi stabil dan beroperasi optimal. “Kami terus melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap seluruh parameter operasional sistem. Dengan pemantauan yang berlangsung secara real-time, setiap perkembangan di lapangan dapat segera direspons sehingga kondisi sistem tetap terjaga aman, stabil, dan optimal dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat,” jelasnya.
Pemantauan 24 Jam: Langkah Antisipasi Gangguan Serupa
PLN memastikan pengawasan terhadap sistem transmisi Sumatera berlangsung secara intensif dan terkoordinasi. Pemantauan real-time dilakukan untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat Sumatera ke depannya.