CURUP — Antusiasme mahasiswa IAIN Curup terlihat dalam kegiatan bimbingan teknis pelayanan publik yang digelar bersama Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Curup Utara, Kemenag Kabupaten Rejang Lebong. Bimbingan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa mengenai standar pelayanan profesional, disiplin, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Materi Bimbingan: Dari Standar Pelayanan hingga Praktik Langsung
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori mengenai pelayanan publik, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Mereka diajak memahami bagaimana proses pelayanan di KUA berjalan, mulai dari penerimaan tamu, pengelolaan dokumen, hingga penyelesaian pertanyaan masyarakat.
"Kami ingin mahasiswa tidak hanya paham teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung bagaimana memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan tepat," ujar salah satu penyuluh dari PAI KUA Curup Utara. Bimbingan ini juga menekankan pentingnya sikap profesional dan disiplin sebagai modal dasar bagi mahasiswa yang nantinya akan terjun ke dunia kerja.
Apa yang Dipelajari Mahasiswa?
Para peserta diajarkan tentang etika berkomunikasi dengan masyarakat, tata cara pengarsipan dokumen, serta penggunaan sistem informasi pelayanan. Mereka juga mendapatkan simulasi bagaimana menangani keluhan atau pertanyaan dari warga yang datang ke KUA.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kemenag Rejang Lebong untuk menjembatani dunia akademik dengan praktik pelayanan publik di lapangan. Dengan bekal ini, mahasiswa diharapkan siap menjadi agen perubahan yang mampu memberikan pelayanan prima di mana pun mereka bekerja nantinya.
Antusiasme Peserta: Bekal untuk Masa Depan
Para mahasiswa mengaku senang dan antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka menilai bimbingan teknis ini memberikan wawasan baru yang tidak mereka dapatkan di bangku kuliah. "Kami jadi tahu bagaimana sebenarnya pelayanan publik yang baik itu. Ini bekal berharga untuk kami nanti setelah lulus," ujar salah satu peserta.
Kegiatan bimbingan pelayanan publik ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berorientasi pada pelayanan. Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan terus berlanjut untuk menjangkau lebih banyak mahasiswa.