BENGKULU — Penggeledahan berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Tim penyidik dari Kejari Benteng menyegel beberapa ruangan dan mengamankan dokumen serta berkas terkait pengelolaan dana bantuan untuk usaha kecil menengah (UKM) dan program pengadaan mesin produksi.
Dua Sektor yang Jadi Sorotan Tim Penyidik
Informasi yang dihimpun, fokus penyidikan mengarah pada dua kegiatan utama. Pertama, dugaan mark-up anggaran pada program bantuan peralatan UKM tahun 2023. Kedua, dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan mesin pengolahan hasil pertanian yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Kepala Kejari Bengkulu Tengah, melalui Kasi Intel, membenarkan adanya penggeledahan tersebut. "Kami sedang melakukan pengumpulan alat bukti. Ada beberapa dokumen yang kami sita untuk dianalisis lebih lanjut," ujarnya kepada wartawan di lokasi.
Proses Penggeledahan: Dokumen dan Data Elektronik Diamankan
Penyidik tiba di kantor Disperindag sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka langsung menuju ruang kepala dinas dan bendahara pengeluaran. Proses penggeledahan berlangsung ketat; petugas melarang siapapun keluar-masuk ruangan yang disegel.
Selain tumpukan dokumen fisik, tim penyidik juga mengamankan laptop dan CPU dari beberapa meja staf. Barang bukti tersebut diduga berisi data transaksi keuangan dan laporan pertanggungjawaban proyek yang tidak sesuai prosedur.
Siapa yang Terancam Jadi Tersangka?
Hingga berita ini diturunkan, Kejari Benteng belum menetapkan tersangka. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa pemeriksaan intensif telah dilakukan terhadap tiga pejabat eselon IV di lingkungan Disperindag. Mereka diperiksa sebagai saksi terkait otorisasi pencairan dana.
"Kami masih menunggu hasil audit dari BPKP. Setelah itu, baru bisa dipastikan siapa yang akan bertanggung jawab secara pidana," tambah Kasi Intel.
Reaksi Pegawai: Suasana Kantor Sempat Tegang
Penggeledahan ini sontak membuat pegawai Disperindag geger. Beberapa staf mengaku kaget karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Suasana kantor yang biasanya ramai mendadak hening saat mobil dinas Kejari memasuki halaman.
"Tiba-tiba ada petugas masuk, langsung minta data. Kami diminta tetap di meja masing-masing, tidak boleh keluar ruangan," ujar seorang staf yang enggan disebutkan namanya.
Apa Langkah Kejari Selanjutnya?
Kejari Bengkulu Tengah memastikan penyidikan akan terus berlanjut. Mereka juga akan memanggil sejumlah pihak dari Dinas Koperasi dan UMKM yang diduga terlibat dalam proses verifikasi proposal bantuan.
Dalam waktu dekat, penyidik berencana memeriksa dua kontraktor rekanan yang mengerjakan proyek pengadaan mesin. Langkah ini untuk memastikan apakah ada aliran dana kembali ke pejabat Disperindag.