Pencarian

Camat se-Kabupaten Kaur Gaungkan Gerakan Bertani Tanpa Pagar, Wujudkan Tertib Ternak dan Harmoni Sosial

Kamis, 04 Juni 2026 • 23:37:31 WIB
Camat se-Kabupaten Kaur Gaungkan Gerakan Bertani Tanpa Pagar, Wujudkan Tertib Ternak dan Harmoni Sosial
Para camat se-Kabupaten Kaur mengkampanyekan gerakan bertani tanpa pagar untuk ketertiban ternak.

KAUR — Gerakan bertani tanpa pagar yang digagas para camat se-Kabupaten Kaur bukan sekadar soal teknis pertanian. Lebih dari itu, kampanye ini menjadi simbol tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya ketertiban dan tanggung jawab bersama antara petani dan peternak.

Mengapa Gerakan Ini Muncul di Kaur?

Pemicu utama gerakan ini adalah lemahnya penegakan aturan terkait hewan ternak yang selama ini merugikan petani. Tanaman warga kerap rusak karena dimakan ternak lepas, sehingga petani terpaksa mengeluarkan biaya lebih untuk membuat pagar.

Para camat meyakini, jika aturan ditegakkan secara konsisten, konflik antara petani dan peternak bisa diredam. Petani tak perlu lagi repot memagari lahan, sementara pemilik ternak didorong untuk lebih bertanggung jawab mengawasi hewan peliharaannya.

"Tertib Ternak, Petani Tenang, Masyarakat Senang"

Semangat itu diringkas dalam jargon yang terus digaungkan: "Tertib ternak, petani tenang, masyarakat senang. Bersama kita wujudkan Kaur yang lebih baik."

Gerakan ini menjadi wujud nyata dukungan aparatur kewilayahan terhadap program Pemerintah Kabupaten Kaur dalam menciptakan lingkungan yang tertib, nyaman, dan produktif. Ketertiban, menurut para camat, adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya beban satu pihak.

Dampak Langsung bagi Warga

Jika berhasil, dampaknya langsung dirasakan warga. Petani bisa menanam tanpa khawatir tanamannya dirusak ternak. Peternak bisa memelihara hewannya dengan tertib tanpa menimbulkan keresahan. Masyarakat pun bisa hidup berdampingan dalam suasana harmonis.

Gerakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Kaur. Lahan yang sebelumnya terpaksa dibiarkan kosong karena rawan dimasuki ternak, kini bisa dimanfaatkan secara optimal.

Perubahan Budaya Jadi Kunci

Para camat sadar, membangun Kaur tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik. Perubahan pola pikir dan budaya masyarakat menjadi fondasi utama. Gerakan bertani tanpa pagar menjadi salah satu instrumen untuk menanamkan nilai disiplin dan saling menghormati hak sesama.

Ke depan, sosialisasi akan terus diperkuat hingga ke tingkat desa. Para camat berharap, kesadaran ini bisa menular dan menjadi kebiasaan baru yang membawa Kaur ke arah yang lebih maju dan sejahtera.

Bagikan
Sumber: radarkaur.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks