Pencarian

MSI Pamerkan Dua Wajah Berbeda di Computex: Laptop Van Gogh yang Elegan dan Titan Naga yang Berlebihan

Jumat, 05 Juni 2026 • 01:56:01 WIB
MSI Pamerkan Dua Wajah Berbeda di Computex: Laptop Van Gogh yang Elegan dan Titan Naga yang Berlebihan
MSI tampilkan Prestige 14 Flip AI+ edisi Van Gogh dengan desain artistik di Computex 2025.

Di tengah hiruk-pikuk Computex 2025, MSI justru mencuri perhatian dengan dua laptop yang berada di kutub berlawanan secara visual. Satu sangat indah, satunya lagi—menurut banyak pengamat—terlalu berlebihan untuk dibawa ke luar rumah.

Prestige 14 Flip AI+: Kanvas Digital untuk Kafe Favorit Anda

Varian yang paling menarik perhatian adalah Prestige 14 Flip AI+ edisi Vincent Van Gogh. MSI menghadirkan dua opsi desain: Starry Night dan Starry Night Over the Rhône. Keduanya menempelkan langsung karya seni legendaris itu ke punggung laptop, lengkap dengan keyboard berwarna senada.

Paket pembeliannya juga terbilang mewah. MSI menyertakan mouse pad, mouse Bluetooth, kotak kemasan khusus, hingga kartu identitas bertema sama. Spesifikasinya sendiri mengandalkan prosesor Intel Core Ultra tanpa GPU dedicated, layar OLED, dan cukup bertenaga untuk gaming ringan.

Belum ada harga resmi, namun edisi Ukiyo-e sebelumnya dibanderol antara USD 1.500 hingga USD 2.000. Jika dikonversi dengan kurs Rp 16.000, kisaran harganya mencapai Rp 24 juta hingga Rp 32 juta. Laptop ini jelas bukan untuk mengetik dokumen biasa, melainkan untuk tampil beda di ruang publik.

Titan 18 HX Dragon Edition: Spesifikasi Monster dalam Balut Naga

Di sisi lain, MSI merilis Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic—nama panjang yang mencerminkan ambisi perangkat ini. Laptop gaming ini dibekali prosesor Intel Core Ultra 9, GPU RTX 5090 mobile, layar Mini-LED 240 Hz, keyboard mekanik Cherry MX, dan sistem pendingin vapor chamber.

MSI juga menyematkan empat slot M.2 SSD yang bisa dihubungkan dalam konfigurasi SuperRAID 5, enam speaker surround sound, serta port Thunderbolt 5 dan USB 3.2 Gen2. Paket penjualannya mencakup koin edisi terbatas, mouse pad, dan mouse gaming.

Namun, desainnya justru menuai kritik. Backplate yang tebal, trackpad RGB, dan motif naga dianggap terlalu mencolok. Seorang jurnalis teknologi yang meliput langsung di Computex mengaku akan merasa malu sesaat jika harus membuka laptop ini di tempat umum. Spesifikasi setinggi itu juga mengindikasikan harga yang sangat tinggi, membuat perangkat ini lebih cocok menjadi pajangan di meja daripada dibawa bepergian.

Dua Strategi, Satu Panggung: MSI Bermain di Dua Kutub Pasar

Langkah MSI menunjukkan strategi segmentasi yang jelas: menjaring pembeli yang mengutamakan estetika seni kelas dunia, sekaligus gamer yang haus performa maksimal tanpa peduli tampilan. Kedua pendekatan ini sah-sah saja, namun kontrasnya sangat terasa.

Bagi pengguna Indonesia yang kerap membawa laptop ke kafe atau ruang kerja bersama, Prestige 14 edisi Van Gogh mungkin pilihan menarik. Sementara Titan Dragon Edition jelas diperuntukkan bagi mereka yang memasang laptop di atas meja dan tidak keberatan dengan sorotan mata penasaran.

Belum ada informasi ketersediaan kedua perangkat ini di pasar Indonesia. Namun, melihat tren edisi terbatas MSI sebelumnya, kemungkinan besar unit yang masuk ke Tanah Air akan sangat terbatas dan cepat habis.

Bagikan
Sumber: pcgamer.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks