KEPAHIANG — Polda Bengkulu memastikan investigasi kasus keracunan massal di SD Negeri 18 Kepahiang berjalan profesional dan objektif. Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Ihsan Nur, mengimbau masyarakat tidak berspekulasi liar menunggu hasil laboratorium.
"Kami mengutamakan keselamatan dan kesehatan para siswa serta memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan cepat dan tepat. Untuk penyebab pasti kejadian ini, kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan uji laboratorium dari pihak yang berwenang," ujar Kombes Ihsan Nur, Jumat (5/6/2026).
Kronologi: Gejala Muncul Sesaat Setelah Makan
Insiden ini terjadi Kamis siang, tak lama setelah puluhan siswa, guru, dan penjaga sekolah mengonsumsi makanan dari program MBG di SDN 18 Kepahiang. Mereka mendadak mengeluh mual, pusing, dan muntah-muntah. Total 16 orang langsung dilarikan ke Puskesmas Kelobak dan Puskesmas Pasar Kepahiang untuk mendapat penanganan medis intensif.
Beruntung, kondisi sebagian besar pasien berangsur membaik dan sudah diperbolehkan pulang. Meski demikian, tim medis masih disiagakan untuk memantau kemungkinan gejala komplikasi susulan.
Langkah Polisi: Sampel Makanan Diamankan, Koordinasi dengan BPOM
Polres Kepahiang bergerak cepat dengan menggalang koordinasi bersama Puskesmas Kelobak, Puskesmas Pasar Kepahiang, Dinas Kesehatan, BPOM, pemerintah daerah, dan pihak penyelenggara program gizi. Kapolres Kepahiang menginstruksikan jajarannya bekerja cepat, taktis, dan terukur.
Sejumlah sampel makanan yang dikonsumsi para siswa sudah resmi diamankan dan saat ini tengah diuji laboratorium oleh instansi berwenang untuk mengungkap penyebab pasti secara ilmiah. Polisi juga mengumpulkan bahan keterangan dari pihak manajemen sekolah dan penyelenggara MBG.
Imbauan: Jangan Sebarkan Hoaks di Medsos
Polda Bengkulu meminta orang tua siswa dan masyarakat tetap tenang serta tidak mudah percaya atau ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Perkembangan hasil uji laboratorium akan langsung disampaikan secara transparan kepada publik begitu hasilnya keluar.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum hasil resmi dikeluarkan," tegas Kombes Ihsan Nur.
Hingga berita ini diturunkan, Polda Bengkulu bersama Pemda Kepahiang, Dinas Kesehatan, BPOM, dan seluruh pemangku kepentingan memastikan akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Fokus utama saat ini adalah pemulihan total kondisi kesehatan para korban.