BENGKULU — Ribuan mahasiswa Universitas Bengkulu (Unib) akan turun ke desa-desa di tiga kabupaten untuk mengatasi persoalan sampah. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Ke-108 Tahun 2026 ini melibatkan 2.052 peserta yang tersebar di 223 desa dan kelurahan pada 33 kecamatan.
Dua Fokus Utama Program KKN
Ketua Pusat Pengelolaan dan Pengembangan KKN (P3KKN) Unib Lindung Zalbuin Mase mengatakan, KKN tahun ini mengusung tema "Literasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Provinsi Bengkulu". Tema tersebut dijabarkan ke dalam dua fokus utama yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah.
"KKN Periode Ke-108 akan berlangsung mulai 16 Juni hingga 31 Juli 2026 dan dilaksanakan di 223 desa dan kelurahan yang tersebar pada 33 kecamatan," kata Lindung di Bengkulu, Selasa.
Fokus pertama adalah pengelolaan sampah dan penciptaan lingkungan bersih. Fokus kedua menyasar pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan spesifik masing-masing desa.
Mahasiswa dari Delapan Fakultas
Peserta KKN reguler terdiri dari 845 laki-laki dan 1.207 perempuan yang berasal dari delapan fakultas. Fakultas Teknik mengirimkan 373 mahasiswa, disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis 349 mahasiswa, serta Fakultas Hukum 345 mahasiswa.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mengirimkan 328 mahasiswa, Fakultas Pertanian 328 mahasiswa, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 191 mahasiswa. Sisanya berasal dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (38 mahasiswa) serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam atau FMIPA (58 mahasiswa).
47 Dosen Pembimbing dari Multidisiplin Ilmu
Seluruh mahasiswa akan didampingi 47 dosen pembimbing lapangan dari berbagai disiplin ilmu. Para dosen ini berasal dari delapan fakultas yang sama dengan peserta KKN.
Lindung menjelaskan bahwa tema KKN dipilih agar mahasiswa mampu menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di daerah. Tiga kabupaten sasaran — Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur — dipilih berdasarkan karakteristik wilayah yang membutuhkan intervensi pengelolaan sampah.