BENGKULU — Empat proyek strategis yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Bengkulu menunjukkan perkembangan positif pada paruh pertama 2026. Realisasi anggaran dari seluruh proyek prioritas tersebut telah menembus ratusan miliar rupiah, menandakan pembangunan infrastruktur di daerah terus bergerak sesuai target.
Proyek Pendidikan Paling Moncer
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bengkulu, pembangunan Sekolah Rakyat menjadi proyek dengan progres penyerapan anggaran paling besar. Realisasi mencapai Rp 285,49 miliar atau 73,50 persen dari pagu Rp 388,41 miliar.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, M. Irfan Surya Wardana, menyatakan pihaknya terus memantau penggunaan anggaran agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai perencanaan dan memberikan hasil maksimal bagi masyarakat.
Dua Irigasi untuk Pertanian Mulai Berjalan
Selain sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur pendukung pertanian juga terus digarap. Proyek peningkatan jaringan irigasi Majunto di Kabupaten Mukomuko telah menyerap anggaran Rp 11,15 miliar, atau sekitar 28,05 persen dari total anggaran senilai Rp 39,77 miliar.
Sementara itu, proyek peningkatan jaringan irigasi Air Alas di Kabupaten Seluma mencatat realisasi anggaran Rp 9,84 miliar. Angka itu setara 26,95 persen dari total pagu sebesar Rp 36,51 miliar.
Proyek Wisata Danau Dendam Tak Sudah Baru Mulai
Proyek penataan kawasan wisata alam Danau Dendam Tak Sudah di Kota Bengkulu turut masuk dalam daftar proyek strategis APBN tahun ini. Alokasi anggarannya mencapai Rp 37,12 miliar, namun data realisasi terbaru belum dapat diperbarui karena tahapan pekerjaan fisik baru mulai berjalan.
Seluruh proyek strategis ini berada di bawah tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum. DJPb Provinsi Bengkulu memastikan pengawasan ketat agar setiap proyek rampung tepat waktu dan manfaatnya langsung dirasakan warga.