BENGKULU SELATAN — Aktivitas jual beli di Pasar Mingguan Desa Tungkal I, Kecamatan Pino Raya, lumpuh total setelah bangunan los pasar ambruk dimakan usia. Para pedagang yang biasa mengisi puluhan lapak kini berjualan di pinggir los dan bahu jalan raya.
Kepala Desa Tungkal I, Andri Eko Oktavianto, mengatakan bangunan itu sudah lama terbengkalai dan tidak bisa difungsikan. "Bangunan itu sudah lama tidak bisa dipakai. Pedagang akhirnya mencari tempat di pinggir los, bahkan ada yang berjualan di pinggir jalan raya," ujarnya, Senin (22/6/2026).
Kerusakan Sudah Berlangsung Bertahun-Tahun
Menurut Andri, kerusakan los pasar terjadi secara bertahap. Atap bocor, tiang penyangga keropos, hingga akhirnya bagian struktur bangunan ambruk. Tidak ada perbaikan signifikan dari pemerintah kabupaten selama ini.
Padahal, pasar mingguan ini menjadi pusat transaksi ekonomi bagi warga Desa Tungkal I dan desa-desa sekitar di Kecamatan Pino Raya. Hasil pertanian dan kebutuhan pokok diperjualbelikan di sini setiap pekan.
Pedagang Terpaksa Berjualan di Pinggir Jalan
Kondisi darurat memaksa pedagang beradaptasi. Mereka menggelar dagangan di teras los yang masih berdiri, sebagian lagi memilih berjualan di tepi jalan raya. Aktivitas ini dinilai kurang nyaman dan berisiko tinggi bagi keselamatan.
"Kami sangat berharap pemerintah dapat membantu melakukan renovasi los pasar mingguan ini agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali nyaman dan tertata," harap Andri Eko Oktavianto.
Desakan Perbaikan ke Pemkab Bengkulu Selatan
Pemerintah Desa Tungkal I telah menyampaikan kondisi ini ke Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui dinas terkait. Mereka berharap ada respons cepat berupa renovasi atau pembangunan ulang los pasar.
Warga setempat menilai pasar mingguan bukan sekadar tempat jual beli, tetapi juga pusat pertemuan sosial warga setiap pekan. Jika dibiarkan, kerusakan bangunan dikhawatirkan semakin parah dan membahayakan pedagang maupun pengunjung.