BENGKULU TENGAH — Peringatan HUT ke-18 Kabupaten Bengkulu Tengah tahun ini tidak sekadar seremoni. Pemerintah daerah memanfaatkannya untuk menghormati para pelopor pemekaran yang berjuang mewujudkan kabupaten baru demi kesejahteraan masyarakat.
Acara yang dipusatkan di Mess Pemkab Bengkulu Tengah itu dihadiri Bupati Rachmat Riyanto, Wakil Bupati Tarmizi, Anggota DPRD Arsyad Hamzah, Sekretaris Daerah Tomi Marisi, serta jajaran kepala OPD. Tokoh presidium pemekaran, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat turut hadir dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Perjuangan Panjang di Balik Berdirinya Kabupaten
Bupati Rachmat Riyanto dalam sambutannya mengingatkan bahwa terbentuknya Kabupaten Bengkulu Tengah bukanlah hasil instan. Di balik lahirnya daerah otonom baru itu terdapat pengorbanan waktu, tenaga, pemikiran, hingga materi dari para tokoh pemekaran.
“Perjalanan Kabupaten Bengkulu Tengah hingga mencapai usia 18 tahun saat ini merupakan buah dari perjuangan luar biasa para pendahulu. Mereka berjuang dengan satu tujuan, yakni menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Rachmat.
Kabupaten Bengkulu Tengah resmi dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2008 dan diresmikan pada 24 Juni 2008. Sejak saat itu, berbagai kemajuan pembangunan terus dilakukan sebagai wujud nyata cita-cita para pendiri daerah.
Evaluasi Capaian dan Pesan dari Tokoh Pemekaran
Perwakilan tokoh pemekaran, Drs. Khairudin, mengingatkan agar peringatan hari jadi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi sarana evaluasi terhadap capaian pembangunan dan tujuan awal pembentukan daerah.
“Peringatan hari lahir daerah menjadi kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana harapan para pendiri telah terwujud. Apa yang sudah dicapai perlu disyukuri, sementara yang belum berhasil harus menjadi pekerjaan bersama,” katanya.
Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Bengkulu Tengah Arsyad Hamzah menekankan pentingnya menjaga semangat pemekaran yang sejak awal bertujuan mempercepat pembangunan daerah. Ia menilai keberadaan kabupaten harus mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik, membuka akses pembangunan yang merata, serta menciptakan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Bantuan untuk Masjid dan Pondok Pesantren
Sebagai puncak kegiatan, dilakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas bertambahnya usia daerah. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan pembangunan kepada sejumlah masjid dan pondok pesantren di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan sarana ibadah dan pendidikan keagamaan, sekaligus memperkuat peran lembaga keagamaan dalam membangun karakter masyarakat. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk melanjutkan perjuangan para tokoh pemekaran melalui pembangunan yang merata, pelayanan publik yang lebih baik, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.