BENGKULU SELATAN — Hari pertama pendaftaran SPMB 2026 di Kabupaten Bengkulu Selatan terpantau ramai, terutama di SMP Negeri 2 Bengkulu Selatan yang menjadi sekolah favorit. Orang tua dan calon siswa mulai berdatangan sejak pagi untuk verifikasi berkas fisik dan mencocokkan data dengan sistem.
Sekretaris Dinas Dikbud Kabupaten Bengkulu Selatan, Syopian Ansori, menegaskan pihaknya menurunkan tim monitoring dan evaluasi (monev) ke setiap sekolah selama masa pendaftaran. “Hari ini tanggal 24 sampai 27 Juni, Kabupaten Bengkulu Selatan melaksanakan kegiatan SPMB. Alhamdulillah pelaksanaan hari pertama berjalan mulus sesuai juknis,” ujarnya, Rabu (24/6).
Posko Aduan di Kantor Dikbud, Siap Tindak Lanjuti Laporan
Meski kondisi awal terpantau kondusif, Dikbud tidak ingin lengah. Posko pengaduan resmi dipusatkan di Ruang Kurikulum Dinas Dikbud Bengkulu Selatan. Tim di posko siaga menerima laporan atau konsultasi terkait kendala teknis dan indikasi pelanggaran aturan.
“Kalau ada permasalahan atau kejanggalan terkait SPMB ini, silakan melapor ke kami melalui posko di kantor Dikbud. Insya Allah setiap laporan yang masuk akan langsung kami urai dan tindak lanjuti secepat mungkin,” tegas Syopian.
Empat Jalur untuk SMP, Tiga Jalur untuk SD
Syopian merinci kuota kelulusan SPMB tahun ini dibagi berdasarkan regulasi pusat. Untuk jenjang SMP tersedia empat jalur: Domisili (Zonasi), Prestasi, Afirmasi, dan Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali. Sementara jenjang SD hanya tiga jalur: Domisili (Zonasi), Afirmasi, dan Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali.
Imbauan Tegas: Tak Ada Lobi atau Jalan Pintas
Dikbud mengimbau wali murid memahami syarat administrasi tiap jalur sebelum mengirim data ke sistem. Syopian memperingatkan pihak sekolah maupun orang tua agar tidak mencoba lobi sepihak demi meloloskan siswa ke sekolah tertentu.
“Jika tim kami menemukan adanya pelanggaran administrasi atau manipulasi data yang menabrak juknis, maka sanksi tegas akan langsung dijatuhkan tanpa tebang pilih. Kami butuh kerja sama seluruh lapisan masyarakat untuk mengawal SPMB ini agar tetap objektif dan akuntabel,” pungkas Syopian.