BENGKULU — Sebuah prosesi adat berlangsung khidmat di Bengkulu ketika BMA Provinsi Bengkulu menyematkan gelar Panglima Raja kepada Letjen TNI Djon Afriandi. Penganugerahan ini bukan sekadar seremoni, melainkan hasil penilaian matang lembaga adat terhadap rekam jejak dan latar belakang sang jenderal bintang tiga tersebut.
Ketua BMA Provinsi Bengkulu, Effendi, menegaskan bahwa pemberian gelar adat tertinggi itu melalui proses yang ketat. "Pemberian gelar ini telah melalui penilaian dari Badan Musyawarah Adat. Beliau memiliki garis keturunan Bengkulu yang kuat dari pihak ayah maupun keluarga besarnya, sehingga layak menerima penghormatan adat ini," ujarnya di Bengkulu, Rabu (24/6/2026).
Akar Keturunan yang Kuat dari Suku Lembak
Letjen Djon Afriandi bukanlah nama baru bagi masyarakat Bengkulu. Ia merupakan putra dari Mayor Jenderal (Purn) TNI Affifudin Thaib yang berasal dari Suku Lembak, salah satu suku asli Bengkulu. Dari garis ibu, ia juga memiliki hubungan erat dengan daerah tersebut, tepatnya dari Kelurahan Pasar Melintang, Kota Bengkulu.
Faktor genealogis ini menjadi salah satu pilar utama pertimbangan BMA. Effendi menambahkan, selain faktor keturunan, rekam jejak pengabdian Djon Afriandi yang kini memimpin Kopassus juga menjadi alasan kuat. Kontribusinya bagi bangsa dan negara dinilai telah membawa nama baik Bengkulu di kancah nasional.
Amanah untuk Menjaga Muruah Adat
Usai menerima gelar tersebut, Djon Afriandi menyampaikan rasa syukur dan menekankan makna di balik penghormatan itu. "Gelar ini bukan sekadar mahkota kehormatan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab untuk menjaga muruah adat serta memperkuat tali persaudaraan," katanya.
Ia berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai adat dalam kehidupan sehari-hari. "Sebagai putra Bengkulu, saya akan menjunjung tinggi nilai-nilai adat, menjaga nama baik gelar ini dalam kehidupan sehari-hari, serta terus memperkuat persatuan," tegas Djon.
Apresiasi Gubernur Bengkulu dan Rangkaian Kegiatan Sosial
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memberikan apresiasi tinggi atas penganugerahan ini. Ia menilai Djon Afriandi adalah sosok yang layak. “Kontribusi Panglima Kopassus sangat luar biasa. Beliau adalah putra Bengkulu yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara dalam menjaga keamanan NKRI,” ujar Helmi.
Penganugerahan gelar adat ini menjadi bagian dari rangkaian Semarak Muharram 1448 Hijriah. Acara tidak hanya berfokus pada seremoni adat, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial berupa penyerahan santunan kepada 200 anak yatim sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.