KERKAP — Peristiwa tragis ini terungkap setelah saksi bernama Dovan yang hendak menemui korban tidak bisa masuk ke rumah. Seluruh pintu terkunci dan jendela tertutup rapat dari dalam. Dovan kemudian memanggil ibunda korban, Jumiarti, untuk bersama-sama memastikan keadaan.
Mereka memutuskan memecahkan kaca jendela bagian belakang untuk masuk. Setelah berhasil, Jumiarti dan Dovan mendapati FK sudah tergantung dengan leher terlilit tali di ruang tengah rumahnya.
Saksi lain bernama Edi yang ikut datang bersama warga segera memotong tali yang mengikat leher korban. FK langsung dilarikan ke Puskesmas Kelurahan Lubuk Durian, Kecamatan Kerkap, untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun setelah diperiksa, petugas puskesmas menyatakan korban telah meninggal dunia.
Komunikasi Terakhir dengan Calon Istri
Kapolsek Kerkap, IPDA Bobby Setiawan, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 20.10 WIB di rumah korban. "Benar mas, kejadiannya tadi malam, sekitar pukul 20.10 WIB di rumah korban," ujarnya kepada awak media, Selasa (30/6/2026).
Berdasarkan keterangan polisi, sebelum ditemukan tewas, FK masih berkomunikasi dengan calon istrinya berinisial ER, warga Taba Padang R, Kecamatan Hulu Palik. Sekitar pukul 21.35 WIB, saksi Dovan datang ke rumah korban dan mendapati kondisi rumah terkunci dari dalam.
Pernikahan Sudah Dijadwalkan
Yang membuat peristiwa ini semakin memilukan, FK diketahui memiliki rencana pernikahan dalam waktu dekat. Ia dan calon istrinya dijadwalkan melangsungkan pernikahan pada Agustus 2026 mendatang. IPDA Bobby Setiawan membenarkan informasi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif di balik tindakan nekat korban. Belum ada keterangan resmi mengenai dugaan penyebab atau latar belakang kejadian ini.
Pihak keluarga korban masih menjalani proses pemeriksaan oleh petugas. Sementara itu, jenazah FK telah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.