BENGKULU — Disdikbud Provinsi Bengkulu menginstruksikan seluruh sekolah menengah atas dan kejuruan di wilayahnya untuk mengedepankan nilai keakraban, keasrian, dan kenyamanan selama MPLS berlangsung. Arahan ini disampaikan langsung oleh Kepala Disdikbud Zulhendri di Bengkulu pada Selasa.
Konsep MPLS: Ramah dan Edukatif, Bukan Perpeloncoan
"Kami lebih mengarahkan kegiatan ini pada nilai-nilai keramahan. MPLS tahun ini dirancang agar menyenangkan dan edukatif bagi para siswa baru. Jadi keakraban, keasrian, serta kenyamanan itulah yang dikedepankan," ujar Zulhendri.
Pihaknya akan meminta Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Provinsi Bengkulu untuk menyampaikan arahan tersebut ke tingkat kabupaten dan kota. Hal ini dilakukan agar seluruh sekolah menerapkan konsep MPLS yang bersahabat bagi peserta didik baru.
Larangan Tegas dan Peran OSIS yang Dibatasi
Disdikbud telah mengingatkan sekolah sejak jauh hari untuk tidak melakukan perpeloncoan. Sekolah diminta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai norma pendidikan dan etika.
Zulhendri menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan tegas jika ditemukan sekolah yang tetap melaksanakan kegiatan MPLS yang melampaui batas etika. Pelaksanaan MPLS tetap dikoordinasikan oleh sekolah, sementara OSIS hanya membantu sesuai penugasan dari pihak sekolah.
"Sekolah menugaskan OSIS. Jangan sampai melaksanakan MPLS melebihi etika yang ada," tegasnya.
Membangun Kedekatan Sejak Hari Pertama Masuk Sekolah
Selain mengenalkan lingkungan fisik sekolah, konsep MPLS ramah ini diharapkan mampu membangun kedekatan antara peserta didik baru dengan warga sekolah. Proses adaptasi yang lebih baik sejak hari pertama diyakini akan mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar ke depannya.