Pencarian

Pelajar 17 Tahun di Bengkulu Selatan Tewas Ditusuk di Leher Usai Tegur Pengendara Motor Brong, Pelaku Buron

Kamis, 09 Juli 2026 • 12:28:01 WIB
Pelajar 17 Tahun di Bengkulu Selatan Tewas Ditusuk di Leher Usai Tegur Pengendara Motor Brong, Pelaku Buron
Pelajar 17 tahun di Bengkulu Selatan meninggal setelah ditusuk di leher usai menegur pengendara motor berknalpot brong.

MANNA — Seorang pelajar di Bengkulu Selatan meregang nyawa hanya karena menegur pengendara motor yang dianggap berisik. Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Letnan Jahidin, Kecamatan Pasar Manna, pada Kamis malam, 9 Juli 2026.

Korban, Reyfando Arifqi (17), warga Desa Gindo Suli, Kecamatan Bunga Mas, meninggal setelah menderita luka tusuk di leher. Polisi hingga kini masih memburu para pelaku yang melarikan diri usai kejadian.

Kronologi: Dari Teguran Knalpot Brong hingga Adu Mulut

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, sebelum insiden terjadi, Reyfando bersama beberapa temannya tengah nongkrong di sebuah warung di Jalan Letnan Jahidin. Sekitar pukul 23.30 WIB, mereka melihat seorang pengendara motor melintas sambil memacu kendaraannya dengan suara knalpot brong yang keras.

Korban bersama rekannya sempat mengejar pengendara tersebut, namun tidak berhasil menemukannya. Ketika Reyfando kembali ke warung, situasi berubah genting. Pengendara motor yang diduga sebelumnya menggeber knalpot itu sudah tiba di lokasi bersama beberapa rekannya.

Terjadilah adu mulut yang dengan cepat memanas hingga berujung pada perkelahian fisik. Di tengah keributan, salah satu pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam dan langsung menusuk leher korban. Para pelaku kemudian kabur meninggalkan Reyfando yang sudah tergeletak bersimbah darah.

Polisi Sudah Olah TKP dan Kantongi Ciri Pelaku

Warga yang melihat kejadian itu segera membawa korban ke RSUD Hasanuddin Damrah Manna untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, luka tusuk di bagian leher yang mengenai pembuluh darah utama membuat nyawa Reyfando tak tertolong.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian melalui Kapolsek Kota Manna IPTU Revi Hari membenarkan peristiwa tersebut. “Benar, telah terjadi peristiwa perkelahian yang mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia. Saat ini kasusnya ditangani Sat Reskrim Polres Bengkulu Selatan,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi mata, dan mengumpulkan barang bukti. Polisi juga telah mengantongi ciri-ciri para pelaku yang kini masih dalam pengejaran.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit atas dampak fatal dari aksi knalpot brong yang kerap meresahkan warga. Di Bengkulu Selatan, kasus ini juga menyoroti betapa rentannya remaja terlibat dalam kekerasan jalanan akibat hal sepele.

Bagikan
Sumber: isbcenter.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks