BENGKULU — Pelayanan pembuangan sampah di Kota Bengkulu dipastikan tidak terganggu meski armada alat berat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sedang terbatas. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat saat ini hanya mengoperasikan satu unit ekskavator untuk menunjang aktivitas penataan dan pembuangan sampah.
Satu unit ekskavator lainnya masih dalam proses perbaikan setelah mengalami kerusakan cukup lama. Meski begitu, Kepala DLH Kota Bengkulu, Anshar Amin, menyatakan ritme pengangkutan sampah dari berbagai titik kota tetap berjalan sesuai jadwal.
Akses Jalan TPA Jadi Prioritas Saat Musim Hujan
Anshar mengakui bahwa akses jalan menuju pelataran TPA kerap menjadi kendala utama, terutama saat musim hujan. Namun, pihaknya terus melakukan perbaikan agar truk pengangkut sampah tetap bisa melintas dengan aman.
"Alhamdulillah, meskipun beberapa hari terakhir diguyur hujan, kondisi jalan menuju pelataran TPA tetap berfungsi dengan baik. Truk pengangkut sampah masih dapat melintas dengan aman dan lancar," ujar Anshar, Kamis (9/7/2026).
Keterbatasan Alat Berat, DLH Optimis Operasional Tak Terganggu
Keterbatasan alat berat disebut masih menjadi tantangan utama di lapangan. Dengan hanya satu ekskavator yang beroperasi, proses penataan sampah di TPA tetap diupayakan maksimal agar tidak terjadi penumpukan.
Menurut Anshar, gangguan pada alat berat sempat terjadi beberapa waktu lalu. Namun, pihaknya memastikan penanganan sampah dari permukiman hingga ke TPA tidak berhenti. DLH juga terus berkoordinasi untuk mempercepat perbaikan unit ekskavator yang rusak.
Kebijakan ini diambil untuk menjaga kualitas layanan publik di sektor kebersihan, terutama di tengah meningkatnya volume sampah rumah tangga. Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen agar tidak ada sampah yang mengendap di titik-titik pengumpulan sementara akibat keterbatasan alat di TPA.