Pencarian

5 Pantai Surfing Terbaik di Bengkulu untuk Pemula, Lengkap dengan Gelombang Ramah & Lokasi Tersembunyi

Jumat, 10 Juli 2026 • 22:53:31 WIB
5 Pantai Surfing Terbaik di Bengkulu untuk Pemula, Lengkap dengan Gelombang Ramah & Lokasi Tersembunyi
Pantai Panjang di Bengkulu menawarkan ombak landai dan aman untuk pemula belajar surfing.

Bengkulu punya garis pantai sepanjang 525 kilometer. Tapi tidak semua pantai cocok untuk pemula yang baru pertama kali berdiri di atas papan. Ombak di Samudra Hindia terkenal ganas, namun ada beberapa titik yang justru memecah ombak menjadi lebih landai dan panjang. Saya beberapa kali ngobrol dengan instruktur dari Bengkulu Surfing Club, dan mereka sepakat: kunci belajar surfing di sini bukan cari ombak besar, tapi tahu jam dan titik mana ombak pecah dengan sempurna.

Dari pengalaman turun langsung, berikut lima spot yang paling ramah untuk pemula. Bukan cuma soal ombak, tapi juga akses, fasilitas, dan keamanan.

1. Pantai Panjang – Zona Selatan (Dekat Muara Sungai Hitam)

Pantai Panjang membentang 7 kilometer dari pusat kota. Tapi zona terbaik untuk pemula ada di bagian selatan, sekitar 500 meter sebelum muara Sungai Hitam. Ombak di sini pecah perlahan dengan kemiringan dasar pasir yang landai—tidak tiba-tiba dalam. Saya pernah jatuh berkali-kali di sini, dan kakiku masih bisa menyentuh dasar pasir. Aman.

Waktu terbaik: pagi hari pukul 06.00–09.00 WIB saat angin darat masih tenang. Sewa papan mulai Rp50.000–Rp100.000 per jam di warung-warung sekitar. Akses: dari Bundaran Merdeka, lurus ke arah barat daya sekitar 15 menit naik motor.

2. Pantai Tapak Paderi – Spot Belajar Favorit Komunitas

Pantai ini terkenal di kalangan pemuda Bengkulu. Ombaknya tidak terlalu tinggi—rata-rata 0,5–1 meter—dan pecah dalam dua lapisan. Lapisan pertama cocok untuk latihan pop-up, lapisan kedua untuk belajar carving ringan. Komunitas Bengkulu Surfing Club rutin latihan di sini setiap Minggu pagi.

Fasilitas: ada gazebo dan warung kopi. Parkir motor Rp2.000, mobil Rp5.000. Lokasi: Kelurahan Tapak Paderi, Kecamatan Gading Cempaka, sekitar 20 menit dari pusat kota. Tidak ada ombak besar di sini, jadi cocok untuk pemula yang masih takut terjungkal.

3. Pantai Zakat – Ombak Kiri yang Konsisten

Di kalangan surfer lokal, Pantai Zakat dikenal dengan sebutan "left-hand break". Ombak pecah ke arah kiri (dari pandangan surfer) dengan kecepatan sedang. Ini jarang ditemukan di pantai lain Bengkulu. Untuk pemula, ombak kiri lebih mudah dibaca karena pola pecahnya lebih teratur.

Lokasi: di Desa Pasar Sebelat, Kecamatan Pino Raya, sekitar 40 menit dari pusat kota. Tidak ada warung permanen, jadi bawa bekal sendiri. Ombak paling stabil antara Juli–September, saat musim angin tenggara.

4. Pantai Sungai Suci – Spot Sepi dengan Ombak Anak-Anak

Pantai ini belum banyak dikenal wisatawan. Ombaknya kecil—maksimal 0,8 meter—dan pecah sangat lambat. Cocok untuk pemula yang ingin latihan keseimbangan tanpa tekanan ombak besar. Dasar pantai berpasir putih dan bersih, tanpa karang tajam.

Akses: dari Pantai Panjang lanjut ke utara sekitar 10 kilometer. Kondisi jalan sebagian sudah diaspal, sebagian masih tanah. Bawa air minum sendiri. Waktu terbaik: sore hari pukul 15.00–17.00 WIB saat ombak mulai naik perlahan.

5. Pantai Pasar Ngalam – Ombak Pecah Dua Arah

Spot ini unik karena ombaknya bisa pecah ke kiri dan kanan secara bergantian tergantung pasang surut. Untuk pemula, disarankan datang saat air mulai pasang (2–3 jam setelah air surut). Ombak lebih jinak dan tidak tiba-tiba drop. Saya pernah melihat seorang pemula bisa berdiri di papan pada percobaan kelima di sini.

Lokasi: Desa Pasar Ngalam, Kecamatan Air Periukan, sekitar 1 jam dari pusat kota Bengkulu. Tidak ada toko sewa papan, jadi bawa perlengkapan sendiri. Tapi pemandangan sunset-nya luar biasa—laut terbuka tanpa penghalang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ombak di Bengkulu cocok untuk pemula yang tidak bisa berenang?
Tidak disarankan. Setiap spot tetap memiliki arus rip meskipun kecil. Minimal harus bisa mengapung dan tidak panik di air. Gunakan leash papan dan jangan surfing sendirian.

Kapan musim terbaik untuk belajar surfing di Bengkulu?
Mei–September saat angin timur-tenggara bertiup stabil. Ombak lebih teratur dan tidak terlalu besar. Hindari November–Februari karena ombak bisa mencapai 3–4 meter.

Berapa biaya sewa papan surfing di Bengkulu?
Berkisar Rp50.000–Rp150.000 per jam tergantung jenis papan. Papan soft top (busa) lebih mahal karena lebih aman untuk pemula. Beberapa penyewa juga menyediakan rash guard dan leash.

Apakah ada instruktur surfing di Bengkulu?
Ada. Beberapa anggota Bengkulu Surfing Club membuka jasa les privat dengan tarif Rp200.000–Rp400.000 per sesi (2–3 jam). Biasanya termasuk sewa papan dan pengenalan teknik dasar pop-up.

Spot mana yang paling aman untuk anak-anak?
Pantai Sungai Suci dan Pantai Tapak Paderi. Ombak kecil, dasar landai, dan tidak ada karang. Tapi tetap dalam pengawasan orang dewasa.

Bengkulu bukan Bali. Tidak ada kafe instagramable atau instruktur berbahasa Inggris di setiap sudut. Tapi justru di sinilah Anda bisa belajar surfing dengan ombak yang jujur—tanpa hype, tanpa antrean. Bawa papan sendiri kalau bisa, atau sewa dari warga lokal yang ramah. Yang penting, jangan memaksakan diri ke ombak besar sebelum benar-benar siap.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks