BENGKULU — Baker, yang lahir di Melbourne pada 11 Desember 2006, memiliki darah Indonesia dari sang ibu, Maureen Lee Baker. Garis keturunannya berasal dari Yogyakarta dan Semarang, membuat keterkaitannya dengan Indonesia sudah terbangun sejak kecil.
Perjalanan Karier dari Hong Kong ke MLS SuperDraft
Baker memulai sepak bola di Hong Kong Football Club saat berusia 10 tahun, bertahan selama tiga tahun. Ia kemudian melanjutkan pembinaan di Australia bersama Northcote City dan Melbourne Victory.
Pada usia 15 tahun, Baker pindah ke Amerika Serikat untuk bergabung dengan Black Rock FC. Ia kemudian menimba ilmu di Georgetown University sambil bermain untuk tim kampusnya. Awal 2026, namanya dipilih Colorado Rapids melalui MLS SuperDraft dan akan bergabung pada akhir tahun ini.
Ungkapan Rasa Bangga Usai Sumpah
Usai pengambilan sumpah, Baker mengaku momen ini sudah lama dinantikan oleh dirinya dan keluarga besar di Indonesia. Ia menyampaikan perasaannya dengan penuh antusias.
"Saya sangat senang sekali. Ini adalah momen yang sangat membanggakan bagi saya dan keluarga saya, termasuk keluarga saya yang ada di Indonesia," ungkap Baker. "Saya benar-benar bahagia dan sudah tidak sabar untuk segera bermain untuk Indonesia," sambung pemain jangkung itu.
Apresiasi Erick Thohir untuk Dukungan Pemerintah
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, pimpinan DPR RI beserta Komisi X dan XIII, serta Kementerian Hukum. Ia secara khusus menyebut Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dan Dirjen AHU Widodo atas fasilitasi proses naturalisasi.
"Sinergi yang kuat antara pemerintah, legislatif, dan federasi ini adalah wujud nyata komitmen bersama untuk terus memajukan sepak bola Indonesia di kancah internasional," ujar Erick Thohir. Proses naturalisasi Baker kini resmi rampung, menambah satu amunisi muda bagi skuad Garuda.