REJANG LEBONG — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Dr. H. Rahman, S.Ag., M.Pd.I, menekankan pentingnya ketelitian dalam penulisan ijazah saat memimpin rapat persiapan di Aula MAN Rejang Lebong, Rabu (15/7). Ijazah disebut sebagai dokumen negara yang memiliki nilai hukum dan menjadi identitas akademik peserta didik.
“Kita harus benar-benar teliti dalam penulisan ijazah. Jangan sampai terjadi kesalahan. Penulisannya harus memiliki dasar dan mengacu pada petunjuk teknis yang berlaku,” tegas Rahman di hadapan para kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) negeri maupun swasta se-Kabupaten Rejang Lebong.
Pengecekan Berlapis Sebelum Ijazah Ditandatangani
Rahman meminta seluruh kepala madrasah dan operator pendidikan melakukan pengecekan secara berlapis sebelum ijazah ditandatangani dan diserahkan kepada siswa. Mulai dari penulisan nama, penggunaan huruf, spasi, kode nomor ijazah, hingga seluruh komponen lainnya harus diperiksa dengan cermat.
“Kesalahan sekecil apa pun dalam penulisan ijazah dapat berdampak pada peserta didik di kemudian hari,” tambahnya.
Apa Itu Kurikulum Berbasis Cinta?
Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi langkah awal memastikan seluruh madrasah memahami konsep dan arah kebijakan kurikulum baru tersebut. Kurikulum ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, dan pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia.
Rapat tersebut juga dihadiri Ketua Tim Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Rejang Lebong, serta Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Rejang Lebong.
Sinergi Antar Madrasah Jadi Kunci Keberhasilan
Selain menyoroti aspek administrasi, Rahman mengajak seluruh insan pendidikan madrasah untuk terus memperkuat sinergi dan kebersamaan. Menurutnya, keberhasilan implementasi berbagai program Kementerian Agama, termasuk Kurikulum Berbasis Cinta, hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang solid antarsatuan pendidikan.
“Kita harus saling menyokong dan saling mendukung satu sama lain. Kekompakan harus terus ditunjukkan. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, saya yakin seluruh program yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelayanan pendidikan madrasah di Kabupaten Rejang Lebong dapat berjalan lebih optimal, akuntabel, dan berkualitas. Distribusi blangko ijazah yang dilakukan bersamaan dengan rapat persiapan ini juga memastikan proses administrasi pendidikan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.