BENGKULU — Kebijakan blokade bahan bakar yang dijatuhkan AS ke Kuba memicu krisis multifaset, mulai dari ancaman pasokan pangan hingga pemadaman listrik. Dampak paling kasatmata terjadi di Havana: tumpukan sampah menggunung dan dibakar di jalan-jalan karena truk pengangkut tidak memiliki cukup solar untuk beroperasi.
Di tengah situasi itu, sebuah usaha rintisan justru menawarkan solusi. El Rampeño, proyek yang fokus di kawasan Vedado, Havana, meluncurkan layanan pengangkutan sampah menggunakan kendaraan roda tiga listrik yang diisi daya dari panel surya. Area operasinya memang kecil, tetapi perbedaannya dengan wilayah sekitar sangat kontras—jalanan di zona layanan terlihat jauh lebih bersih hanya beberapa pekan setelah proyek berjalan.
Skema Bisnis Swasta dengan Tarif Bulanan
Menariknya, proyek ini beroperasi seperti bisnis swasta, didukung pemerintah lokal, dan memungut biaya bulanan. Rumah tangga dikenakan tarif 100 peso per bulan, sementara bisnis membayar 15.000 peso. Layanan diberikan gratis bagi warga yang masuk kategori rentan.
Sebagai perbandingan, rata-rata upah bulanan warga Kuba sekitar 5.000 peso. Namun, angka ini sulit dibandingkan langsung dengan negara lain karena banyak layanan dasar ditanggung negara dan terdapat sistem kurs ganda untuk warga lokal dan asing.
Spesifikasi Motor Roda Tiga VEDCA
Armada El Rampeño dibeli dari Vehiculos Electricos del Caribe (VEDCA), perusahaan patungan antara Tianjin Dongxing Industrial and Commercial Group dari China dan Minerva, perusahaan e-mikromobilitas milik negara Kuba. Kendaraan dirakit di pabrik yang berlokasi di barat Havana.
Setiap unit mengandalkan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 5,4 kWh dengan jarak tempuh 50–70 km tergantung muatan. Motor listrik 1.200 watt (1,6 hp) sanggup membawa beban hingga 600 kg dengan kecepatan puncak 39 km/jam. Setirnya menggunakan stang ala motor, bukan kemudi mobil.
Infrastruktur Pengisian Tenaga Surya
Operasional harian ditopang "Solinera", area parkir kecil beratap panel surya yang terhubung ke sistem baterai penyimpan. Di sinilah motor roda tiga diparkir dan diisi ulang dayanya. Presiden perusahaan, Yasiel Hernández, menyebut dari 30 unit yang tersedia, 10 kendaraan saat ini beroperasi aktif.
Kuba bukan kali pertama beradaptasi dengan krisis bahan bakar. Pada 2019, motor listrik meledak popularitasnya di negara tersebut sebagai respons atas kelangkaan BBM. Kini, dengan dukungan pembangkit surya yang diperluas bersama China, solusi serupa kembali menjadi penyelamat di tengah tekanan ekonomi yang berkepanjangan.