Pencarian

Desa Wisata Slukatan Wonosobo Raih 10 Besar WIA, Ini yang Bisa Traveler Lakukan di Sini

Selasa, 01 September 2026 • 12:08:31 WIB
Desa Wisata Slukatan Wonosobo Raih 10 Besar WIA, Ini yang Bisa Traveler Lakukan di Sini
Desa Wisata Slukatan di Wonosobo meraih penghargaan 10 besar desa wisata terbaik se-Jawa Tengah melalui konsep pemberdayaan masyarakat terpadu.

BENGKULU — Bukan pemandangan alamnya saja yang menarik, tetapi cara warga setempat mengelola potensi desa yang membuat Slukatan layak masuk jajaran desa wisata terbaik se-Jawa Tengah. Penghargaan ini menjadi semacam jaminan kualitas bagi traveler yang mencari pengalaman wisata autentik, jauh dari sekadar spot foto.

Mengapa Desa Ini Menonjol?

Konsep yang diusung bukan wisata biasa, melainkan pemberdayaan masyarakat terpadu. Gagasan ini berangkat dari keprihatinan pada 2022 ketika banyak anak lulusan SD dan SMP di desa memilih merantau menjadi buruh karena minimnya peluang.

"Kami memulai pergerakan dari legalitas UMKM, motivasi pendidikan, hingga akhirnya bertransformasi menjadi desa wisata berbasis pemberdayaan," ujar Ahmad Hafid, inisiator Desa Wisata Slukatan.

Daya Tarik Utama: Menghidupkan Kembali Golek Tholo

Inovasi budaya yang menjadi jujugan utama adalah revitalisasi Golek Tholo, boneka kain jarik tradisional yang sempat hampir punah. Kini, kerajinan tersebut dikemas dalam Paket Berdaya, sebuah lokakarya pembuatan boneka yang dipandu langsung oleh kelompok remaja putri dan perempuan desa.

Traveler bisa belajar proses pembuatan boneka dari nol, mendengar kisah di balik warisan budaya, dan membawa pulang hasil karya tangan sendiri sebagai oleh-oleh unik.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Setiap dusun di Slukatan punya paket wisata tematik dengan karakternya masing-masing. Pilihannya beragam, tergantung minat:

  • Paket Mangku Alam (Dusun Slukatan): Menikmati suasana alam khas pedesaan.
  • Paket Pager Nompo (Dusun Bismo): Wisata dengan nuansa budaya dan sosial masyarakat lokal.
  • Fun Walk & Trail Run: Jelajahi medan di kawasan lereng Gunung Bismo.
  • Live In & Meditasi (Dusun Silandak): Tinggal bersama warga untuk merasakan keseharian mereka, ditutup sesi meditasi di kawasan pegunungan.
  • Edukasi Pertanian Labu Siam: Mengenal proses budidaya komoditas khas dataran tinggi.

UMKM Lokal dan Oleh-Oleh

Di sela menikmati paket wisata, sempatkan berbelanja di 45 UMKM desa yang seluruhnya telah mengantongi sertifikat halal. Ada produk inovasi yang menarik dicoba, seperti kue kering dari tepung mocaf dengan aroma kopi arabika.

Seluruh potensi desa dan paket wisata ini terintegrasi dalam platform Jejaring Desa Wisata (Jadesta) Kemenpar, memudahkan traveler mencari informasi akurat sebelum datang.

Cara ke Lokasi dan Tips Berkunjung

Desa Wisata Slukatan berada di Kecamatan Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah. Dari pusat Kota Wonosobo, perjalanan menuju desa ini dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau sewa transportasi lokal. Karena berada di lereng Gunung Bismo, sebagian jalur menanjak dan berkelok, jadi pastikan kondisi kendaraan prima.

Tidak ada tiket masuk utama yang disebutkan, namun biaya mengikuti paket wisata seperti Paket Berdaya atau Live In bervariasi tergantung durasi dan fasilitas. Untuk info paket terkini, traveler disarankan menghubungi pengelola desa wisata atau cek akun resmi Jadesta.

Waktu Terbaik Berkunjung

Iklim Wonosobo yang sejuk membuat desa ini nyaman dikunjungi hampir sepanjang tahun. Namun, hindari musim hujan puncak antara Desember dan Februari jika ingin melakukan trekking atau trail run agar medan tidak licin. Akhir pekan cenderung lebih ramai, jadi datanglah di hari kerja untuk pengalaman yang lebih tenang.

Idealnya, luangkan minimal satu hari penuh untuk mengikuti dua hingga tiga paket wisata sekaligus. Jika ingin mendalami kegiatan Live In atau meditasi, siapkan waktu dua hari satu malam.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks