BENGKULU — Usia seperempat abad menjadi momentum Harian Rakyat Bengkulu menegaskan posisinya di tengah lanskap media yang berubah cepat. Media tertua di Provinsi Bengkulu ini tidak lagi bergerak sendiri; ekspansi ke platform televisi dan digital menjadi bukti adaptasi terhadap perilaku konsumsi informasi masyarakat yang berpindah ke gawai.
Perjalanan transformasi ini dirayakan dalam suasana kekeluargaan, Selasa (1/9), ditandai pemotongan tumpeng oleh Direktur Utama Rakyat Bengkulu Media Group (RBMG) Hj. Nurbaiti, S.E., M.M. Momen syukuran ini menjadi ruang refleksi bagi jajaran pimpinan dan karyawan atas dedikasi mereka menjaga kepercayaan pembaca selama 25 tahun terakhir.
Momentum Syukuran dan Penguatan Ikatan Internal
Perayaan ulang tahun tidak sekadar seremoni. Pemotongan tumpeng dimaknai sebagai pengingat bahwa di balik produk media yang berkualitas, ada sinergi antara manajemen dan seluruh elemen perusahaan.
"Momentum potong tumpeng dalam rangka memperingati HUT Harian Rakyat Bengkulu 1 September ini adalah untuk menjalin silaturahmi antara karyawan dan jajaran pimpinan," ujar Hj. Nurbaiti, S.E., M.M.
Ajakan untuk membangun semangat persaudaraan dan rasa memiliki terhadap RBMG disampaikan langsung oleh direktur utama di hadapan karyawan. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga soliditas tim di tengah persaingan industri media yang semakin ketat.
Usia ke-25, Momentum Melahirkan Platform Baru
Kiprah Harian Rakyat Bengkulu tidak berhenti pada media cetak. Seiring perjalanan, grup ini melebarkan sayap dengan melahirkan sejumlah media televisi dan media online untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
General Manager Harian Rakyat Bengkulu, Patris Muwardi, menyebutkan bahwa di usia 25 tahun, harapannya media ini semakin dewasa dan berkembang. Terlebih, dunia media sedang menghadapi perubahan besar akibat era digital.
"Dari perjalanan tersebut, telah lahir sejumlah media televisi dan media online. Di usia yang ke-25 tahun, kita berharap Harian Rakyat Bengkulu semakin dewasa, terus berkembang, dan bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat serta pemerintah," ujar Patris.
Ekspansi ke platform digital menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat dan mudah diakses. Namun, kehadiran media cetak tetap dipertahankan sebagai arsip sejarah dan jurnalisme yang mendalam bagi pembaca setianya.