REJANG LEBONG — Ibrohim Nur Fathan tampil di sudut merah dengan disiplin tinggi dan menjalankan strategi yang disiapkan bersama pelatih. Pesilat Bengkulu Selatan di sudut biru memberi perlawanan lewat aksi menyerang dan bertahan, namun dewan wasit juri menilai ia melanggar Peraturan Pencak Silat Nasional (PPSN) 2026 yang berlaku di POPDA Bengkulu 2026.
Keputusan diskualifikasi itu mengunci kemenangan Ibrohim dan mengantarnya ke partai puncak. Rejang Lebong kini menaruh harapan besar pada pesilat ASAD tersebut untuk mempersembahkan medali.
Pelatih Sebut Tiket Final Buah Kerja Keras Latihan
Pelatih PERSINAS ASAD Bengkulu menyampaikan rasa syukur atas capaian anak asuhnya. Menurutnya, hasil tersebut lahir dari latihan panjang serta dukungan dan doa berbagai pihak.
"Alhamdulillah, Ibrohim berhasil lolos final. Ini hasil dari kerja keras latihan dan doa dari semua pihak. Kami mohon doanya agar di final nanti Ibrohim bisa tampil lebih baik lagi dan membawa pulang medali emas untuk Rejang Lebong," ujar pelatih PERSINAS ASAD Bengkulu.
Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Soroti Disiplin dan Sportivitas
Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Bengkulu, Triyono, menilai keberhasilan Ibrohim sebagai bukti atlet ASAD siap bertanding dengan disiplin dan menjunjung sportivitas. Ia berharap modal itu terus dijaga pada laga penentuan.
"Ini bukti bahwa atlet Persinas ASAD siap bertanding dengan disiplin dan menjunjung tinggi sportivitas. Semoga di final nanti Ibrohim bisa tampil maksimal dan mengharumkan nama Kabupaten Rejang Lebong," pesan Triyono.
Dukungan Warga Rejang Lebong Diminta Mengalir ke Partai Final
PERSINAS ASAD Bengkulu mengajak seluruh warga Bengkulu, khususnya masyarakat Rejang Lebong, memberi dukungan langsung kepada Ibrohim Nur Fathan. Doa dan sorakan dari kampung halaman diharapkan menambah semangat pesilat muda itu di atas matras.
Partai final menjadi ujian terakhir bagi Ibrohim untuk mengubah tiket yang sudah di tangan menjadi medali emas. Rejang Lebong menunggu hasilnya.