BENGKULU SELATAN — Bupati Bengkulu Selatan mengajak generasi muda di daerahnya untuk mendaftar dan memanfaatkan program Beasiswa SDM Sawit yang akan dibuka pada 2026. Ajakan ini disampaikan langsung oleh orang nomor satu di Pemkab Bengkulu Selatan dalam sebuah forum sosialisasi beberapa waktu lalu.
Program Beasiswa SDM Sawit: Targetkan Pemuda Lokal
Beasiswa ini diperuntukkan bagi putra-putri daerah yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang industri kelapa sawit. Program tersebut mencakup biaya pendidikan, pelatihan teknis, hingga magang di perusahaan perkebunan mitra.
Bupati menekankan bahwa sektor sawit tidak hanya soal menjadi buruh tani. Ada banyak peluang di hilirisasi, manajemen perkebunan, hingga riset dan pengembangan yang membutuhkan tenaga terampil.
Mengapa Pemuda Harus Segera Mendaftar?
Program ini dinilai strategis di tengah kebutuhan industri sawit yang terus bertumbuh di Bengkulu Selatan. Dengan beasiswa, pemuda tak perlu khawatir soal biaya pendidikan yang mahal.
“Ini kesempatan emas. Jangan sampai dilewatkan. Kami ingin generasi muda Bengkulu Selatan tidak hanya jadi penonton, tapi jadi pemain utama di industri sawit,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Pemkab Bengkulu Selatan berharap program ini bisa menekan angka pengangguran sekaligus mencetak tenaga kerja yang siap pakai di perusahaan sawit lokal maupun nasional.
Syarat dan Cara Pendaftaran yang Perlu Diketahui
Pendaftaran beasiswa akan dilakukan secara online melalui portal resmi yang disediakan oleh dinas terkait. Calon pendaftar diwajibkan melampirkan sejumlah dokumen, seperti ijazah terakhir, KTP, dan surat rekomendasi dari desa atau kecamatan.
Selain itu, peserta juga akan mengikuti serangkaian tes seleksi, termasuk tes akademik dan wawancara. Informasi lebih detail mengenai jadwal dan persyaratan bisa diakses melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat atau kantor kecamatan masing-masing.
Apa Langkah Selanjutnya bagi Pendaftar?
Setelah dinyatakan lolos seleksi, peserta akan mengikuti masa orientasi dan pelatihan dasar sebelum ditempatkan di institusi pendidikan atau perusahaan mitra. Pemkab Bengkulu Selatan juga akan memantau perkembangan peserta selama masa studi dan magang.
Bupati berharap para penerima beasiswa bisa kembali ke daerah dan berkontribusi langsung bagi pembangunan Bengkulu Selatan setelah menyelesaikan program. “Kami tidak ingin mereka pergi lalu tidak kembali. Tapi kami yakin, dengan bekal ilmu yang didapat, mereka akan menjadi agen perubahan di kampung halaman sendiri,” pungkasnya.