BENGKULU — Kepala Dishub Kota Bengkulu, Toni Hastri Putra, mengatakan personel yang disiagakan akan ditempatkan di sejumlah titik strategis di sekitar lokasi festival. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang kerap terjadi selama perayaan Tabut berlangsung.
“Selama pelaksanaan Festival Tabut 2026, kami menyiagakan 15 personel Dishub di sejumlah titik strategis untuk membantu pengaturan lalu lintas dan mengantisipasi kemacetan di sekitar lokasi festival,” ujar Toni, Rabu (17/6).
Call Center 112 Siaga Terima Laporan Gangguan
Selain pengaturan lalu lintas, Dishub Kota Bengkulu juga mengoptimalkan layanan pengaduan masyarakat melalui Call Center 112. Layanan ini dapat digunakan warga untuk melaporkan berbagai gangguan, terutama yang berkaitan dengan fasilitas penerangan jalan umum di sekitar area festival.
“Apabila masyarakat menemukan gangguan penerangan jalan atau kendala lainnya di sekitar lokasi Festival Tabut, silakan melapor agar dapat segera kami tindak lanjuti,” tambah Toni.
Layanan pengaduan ini diharapkan dapat mempercepat respons petugas terhadap keluhan warga selama perhelatan budaya berlangsung.
Festival Tabut: Agenda Budaya Tahunan yang Padat Pengunjung
Festival Tabut merupakan salah satu agenda budaya tahunan terbesar di Provinsi Bengkulu. Perayaan yang berlangsung lebih dari sepekan ini selalu menyedot perhatian ribuan pengunjung, baik dari dalam kota maupun luar daerah.
Dishub Kota Bengkulu berharap pengunjung dan pengguna jalan dapat bekerja sama menjaga ketertiban selama festival berlangsung. “Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan budaya tersebut dapat berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman bagi pengunjung maupun pengguna jalan,” kata Toni.
Dengan adanya pengaturan lalu lintas dan layanan pengaduan yang siap diakses, warga diharapkan dapat menikmati rangkaian Festival Tabut 2026 tanpa kendala berarti di jalan raya.