BENGKULU — Pemprov Bengkulu tidak ingin lagi kebingungan saat ada jabatan struktural tiba-tiba lowong. Solusinya: menyiapkan kader sejak dini lewat sistem manajemen talenta ASN.
Herwan Antoni menjelaskan bahwa sistem ini mencakup seluruh siklus karier pegawai. Mulai dari akuisisi, pengembangan, retensi, hingga penempatan sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.
Bank Talenta Jadi Basis Data Karier ASN
Data potensi, kompetensi, dan kinerja ASN akan dikumpulkan dalam satu wadah bernama talent pool atau bank talenta. Data inilah yang nantinya menjadi acuan utama dalam promosi jabatan dan pembinaan pegawai.
"Selama ini terkadang pilihan dalam pengisian jabatan masih terbatas pada peserta yang tersedia. Dengan Manajemen Talenta ASN, kita dapat menyiapkan kandidat terbaik berdasarkan data potensi dan kinerja yang terukur," ujar Herwan di Bengkulu, Kamis.
Mengapa Sistem Ini Mendesak Diterapkan?
Herwan mengakui bahwa selama ini proses pengisian jabatan kerap berjalan lambat karena tidak ada peta kader yang jelas. Akibatnya, saat terjadi kekosongan, pemda harus memulai dari nol untuk mencari calon pengganti.
Dengan adanya bank talenta, proses itu bisa dipangkas. Talenta yang sudah siap tinggal ditempatkan. Sistem ini, kata Herwan, sudah terbukti berjalan di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Reformasi Birokrasi Berbasis Merit
Penerapan manajemen talenta dinilai menjadi pintu masuk bagi sistem karier ASN yang lebih profesional. Prinsip merit—kompetensi dan kinerja—akan menjadi tolok ukur utama, bukan lagi kedekatan personal atau faktor non-teknis lainnya.
Pemprov Bengkulu berharap sistem ini mampu mendorong lahirnya aparatur yang kompeten dan berdaya saing. Pada akhirnya, pelayanan publik dan pembangunan daerah diharapkan ikut terdongkrak.
Herwan menambahkan, pembahasan teknis terkait penerapan sistem ini telah dilakukan bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Bengkulu.