BENGKULU — Penerjunan bebas atau free fall yang dilakukan puluhan personel Kopassus TNI AD di atas Jembatan Layang Danau Dendam Tak Sudah bukan sekadar atraksi. Bagi Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid, aksi itu menjadi cerminan profesionalisme yang perlu ditularkan ke jajaran Polri.
“Kesiapsiagaan Prajurit Kopassus Jadi Motivasi Kami di Lapangan,” kata Kapolda Bengkulu usai menyaksikan latihan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB itu.
Pelajaran Disiplin dari Teknik Free Fall
Dalam latihan tersebut, para prajurit melakukan teknik terjun bebas dengan parasut. Mereka membuka parasut tepat pada waktunya dan mendarat dengan presisi tinggi di area yang sudah ditentukan. Kapolda menyebut kemampuan taktis semacam ini penting untuk menjaga naluri tempur dan koordinasi tim.
“Kami belajar banyak dari semangat pantang menyerah dan disiplin tinggi yang ditunjukkan Kopassus,” tambah Brigjen Yudhi.
Sinergitas TNI-Polri Dinilai Harga Mati
Kehadiran Kapolda bersama Wakil Gubernur Bengkulu, Kajati, Ketua DPRD Provinsi, serta unsur FKPD dan masyarakat menunjukkan dukungan penuh terhadap pasukan elite TNI AD. Kapolda menegaskan, tantangan keamanan ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, sinergitas antara TNI dan Polri harus terus diperkuat, mulai dari latihan bersama hingga operasi di lapangan.
“Sinergitas TNI-Polri Harga Mati untuk Bengkulu Aman,” tegas Brigjen Yudhi.
Ia menilai komunikasi dan kerja sama yang baik antar-institusi akan membuat penanganan gangguan kamtibmas jadi lebih cepat dan tepat.
Warga Bersorak, Wagub Mian Apresiasi Aksi Kopassus
Latihan Penerjunan Taktis dan Free Fall Kopassus di Danau Dendam Tak Sudah itu juga disaksikan langsung oleh warga Bengkulu. Setiap kali prajurit mendarat sempurna, sorak-sorai pecah. Banyak warga mengabadikan momen tersebut lewat ponsel mereka.
Wakil Gubernur Bengkulu Ir. H. Mian yang turut hadir mengapresiasi latihan ini. Ia menyebut aksi Kopassus memberi rasa aman sekaligus kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bengkulu. Menurutnya, ini bukan sekadar latihan, melainkan bukti negara punya pasukan terbaik yang siap menjaga kedaulatan.
Latihan ditutup tanpa kendala. Kopassus dan jajaran Forkopimda sepakat kegiatan serupa perlu terus dilakukan untuk memelihara kesiapsiagaan dan mempererat kekompakan TNI-Polri di wilayah Bengkulu.