MUKOMUKO — Pemerintah Kabupaten Mukomuko memastikan Piala Dunia 2026 menjadi momentum mengerek ekonomi warga. Bupati Choirul Huda menyatakan pihaknya telah bersinergi dengan TVRI untuk menggelar nobar di sejumlah titik strategis di daerah itu.
"Kemarin melalui TVRI sudah ada sinergitas sama kita sehingga ajang Piala Dunia 2026 di daerah ini semakin ramai dan marak," kata Choirul Huda di Mukomuko, Selasa.
Nobar Tersebar di Setiap Kecamatan, Lokasi dan Jadwal Masih Dimatangkan
Bupati mengungkapkan, Sekretaris Daerah (Sekda) Mukomuko telah merencanakan beberapa lokasi potensial untuk nobar. Namun, titik pasti dan jadwal pelaksanaan di setiap lokasi belum ditetapkan secara resmi.
"Yang jelas, di setiap kecamatan ada kegiatan Nobar Piala Dunia," ujarnya menegaskan.
Bukan Sekadar Hiburan, Ada Pesan Sportivitas dan Peluang Ekonomi
Choirul Huda menekankan kegiatan ini bukan sekadar menonton pertandingan. Menurutnya, Piala Dunia 2026 harus ditangkap sebagai sarana menanamkan nilai sportivitas dan kecintaan terhadap olahraga, khususnya sepak bola Indonesia.
"Artinya kita tangkap ajang Piala Dunia 2026 ini merupakan sebuah sportifitas dalam mengikuti sebuah pertandingan olahraga," ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah melihat peluang ekonomi dari keramaian nobar. Bupati menyebut kegiatan ini dapat menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di lokasi nobar.
"Semua itu bisa menjadi satu tujuan kita, masyarakat dapat menikmati Nobar Piala Dunia 2026 dan UMKM memperoleh pendapatan dari barang dagangannya," demikian Choirul Huda.