Pencarian

Pertamina Siapkan B50 Mulai Juli 2026, Prabowo: Impor Solar Berhenti Total, Target Swasembada Energi 2029

Rabu, 24 Juni 2026 • 16:30:43 WIB
Pertamina Siapkan B50 Mulai Juli 2026, Prabowo: Impor Solar Berhenti Total, Target Swasembada Energi 2029
Presiden Prabowo mengumumkan peluncuran bahan bakar B50 mulai 1 Juli 2026 sebagai bagian dari peta jalan energi nasional.

BENGKULU — Pemerintah memajukan peta jalan energi nasional dengan meluncurkan B50. Bahan bakar ini menggabungkan solar dengan minyak sawit hingga setengah komposisinya. Presiden Prabowo Subianto menyatakan program ini mulai berjalan pada 1 Juli 2026.

"Bulan Juli ini berapa hari lagi, kita akan launching B50. Solar akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen. Dengan demikian kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri," ujar Prabowo dalam acara Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Presiden menekankan kebijakan ini bukan sekadar substitusi energi. Ini adalah lompatan strategis untuk memutus ketergantungan impor. Selama ini, Indonesia masih mengimpor solar dalam jumlah besar setiap tahun, membebani neraca perdagangan dan membuat nilai tukar rentan terhadap gejolak global.

Target Swasembada 2029, Selat Hormuz Tak Lagi Jadi Momok

Prabowo menargetkan Indonesia benar-benar mandiri energi dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Artinya, pada 2029 tak akan ada lagi impor BBM jenis apa pun yang masuk ke Tanah Air.

"Saya perkirakan tiga tahun lagi, maksimal empat tahun lagi kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM kita, untuk energi kita," imbuh Prabowo.

Kemandirian ini dinilai krusial di tengah ketegangan geopolitik global. Prabowo mencontohkan, jika terjadi perang dan Selat Hormuz ditutup, Indonesia tak akan panik karena sudah punya pasokan energi dalam negeri yang cukup.

"Terjadi perang di mana-mana, Selat Hormuz ditutup, kita percaya diri, kita akan mampu mengatasi. Kita akan menuju swasembada BBM, swasembada energi," tegasnya.

Dampak ke Harga dan Industri Sawit

Bagi Pertamina sebagai BUMN yang mendistribusikan B50, program ini menjadi tantangan besar dalam infrastruktur pencampuran dan distribusi. Namun, di sisi hulu, kebijakan ini menjadi angin segar bagi petani dan pengusaha kelapa sawit nasional. Permintaan minyak sawit untuk bahan bakar dipastikan melonjak drastis, menyerap produksi dalam negeri dan memperkuat harga tandan buah segar di tingkat petani.

Pemerintah belum merinci besar penghematan devisa dari penghentian impor solar. Namun, dengan konsumsi solar nasional mencapai puluhan juta kiloliter per tahun, potensi penghematan diperkirakan mencapai triliunan rupiah setiap tahun.

Langkah ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan program mandatori biodiesel paling agresif di dunia. Indonesia melampaui negara produsen sawit lainnya seperti Malaysia yang baru pada tahap B30.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks