Pencarian

Rupiah Terperosok ke Rp17.987 per Dolar AS, Inflasi AS dan Sikap Hawkish The Fed Jadi Biang Kerok

Jumat, 26 Juni 2026 • 09:59:01 WIB
Rupiah Terperosok ke Rp17.987 per Dolar AS, Inflasi AS dan Sikap Hawkish The Fed Jadi Biang Kerok
Rupiah melemah ke Rp17.987 per dolar AS seiring inflasi inti AS yang meningkat.

BENGKULU — Pergerakan rupiah pagi ini kontras dengan sejumlah mata uang Asia lainnya. Berdasarkan data pasar, ringgit Malaysia justru terapresiasi 0,31 persen, disusul peso Filipina yang naik 0,07 persen, dan dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,01 persen.

Di sisi lain, depresiasi rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang kawasan. Won Korea Selatan menjadi yang terlemah dengan koreksi 0,38 persen, disusul dolar Singapura yang turun 0,05 persen, yen Jepang melemah 0,03 persen, dan yuan China terkoreksi 0,01 persen.

Inflasi Inti AS Tembus Level Tertinggi 20 Bulan

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah tidak bisa dilepaskan dari sentimen eksternal yang kuat. Data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS menunjukkan inflasi inti naik ke titik tertinggi sejak Oktober 2023.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah data inflasi AS PCE yang menunjukkan kenaikan pada inflasi inti mencapai tingkat tertinggi sejak Oktober 2023," ujar Lukman dalam keterangannya, Jumat (26/6).

Kondisi ini diperparah oleh pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve. Sikap tersebut meningkatkan ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

Dolar Kanada Jadi Satu-satunya yang Selamat

Di kelompok mata uang utama negara maju, hampir semuanya tertekan oleh dolar AS. Satu-satunya yang mampu menguat adalah dolar Kanada, dengan apresiasi tipis 0,03 persen.

Sementara itu, dolar Australia menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 0,29 persen. Euro melemah 0,10 persen, franc Swiss terkoreksi 0,09 persen, dan poundsterling Inggris turun 0,03 persen terhadap greenback.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Lukman memperkirakan rupiah masih akan bergerak volatil dengan potensi pelemahan lebih lanjut. Rentang perdagangan hari ini diproyeksikan berada di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.

"Pernyataan hawkish pejabat The Fed juga meningkatkan prospek kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS," tambah Lukman.

Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan dolar AS dan data ekonomi Amerika Serikat selanjutnya yang dapat mempengaruhi arah kebijakan moneter global. Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks