BENGKULU UTARA — Suasana khidmat menyelimuti Aula Amartha Mapolres Bengkulu Utara saat peringatan Hari Bhayangkara ke-80 diisi dengan rangkaian doa lintas agama. Kegiatan yang digelar baru-baru ini itu dihadiri langsung oleh Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Bakti Kautsar Ali, beserta jajaran pejabat utama, personel Polri, Ketua Bhayangkari Cabang Bengkulu Utara, para purnawirawan, tokoh agama, anak yatim piatu, hingga petugas kebersihan jalan.
Empat Tokoh Agama Pimpin Doa Bersama
Doa dipanjatkan secara bergantian oleh perwakilan empat agama yang berbeda. Ustad Ali Basa memimpin doa untuk Islam, Pendeta Tingkat Berutu, M.Th. mewakili Kristen, Jero Mangku Ketut Dariana Dharyaka untuk Hindu, serta Upasaka Pandita Dhanavati Swandiati untuk Buddha.
Doa bersama itu dipanjatkan sebagai harapan agar bangsa Indonesia senantiasa diberi kedamaian, keselamatan, serta keberkahan. Kehadiran para tokoh agama dari berbagai latar belakang menjadi simbol nyata kerukunan di Kabupaten Bengkulu Utara.
Bukan Sekadar Seremonial, Ini Tujuan Utamanya
Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Bakti Kautsar Ali, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, doa lintas agama menjadi momentum strategis untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
"Kegiatan ini menjadi sarana spiritual yang sangat penting untuk memperkokoh persatuan dan memperkuat sikap toleransi antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat kita," ujar Kapolres.
Ia menjelaskan, setidaknya ada empat tujuan utama dari doa lintas agama ini. Pertama, membangun kerukunan dan toleransi dengan saling menghargai perbedaan. Kedua, memperkuat persatuan bangsa. Ketiga, menjadi media refleksi spiritual bagi personel Polri agar meningkatkan integritas dalam pelayanan. Keempat, sebagai bentuk rasa syukur atas situasi keamanan yang kondusif.
Bakti Sosial untuk Anak Yatim dan Petugas Kebersihan
Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial. Bantuan diberikan kepada anak-anak yatim piatu dan para tenaga kebersihan jalan yang turut hadir dalam acara tersebut.
Kapolres menambahkan, bantuan sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian Polres Bengkulu Utara terhadap masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini sekaligus menjadi bukti pengabdian Polri di luar tugas penegakan hukum.
"Hari Bhayangkara menjadi momentum bagi Polri untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan," tukasnya.