KOTA BENGKULU — Seluruh personel yang memegang senjata api dinas di Polresta Bengkulu menjalani pemeriksaan mendadak yang dipimpin langsung oleh Kapolresta, Kombes Pol. Rahmad Hidayat. Kegiatan berlangsung di Lapangan Apel Polresta Bengkulu dan didampingi oleh Kabag Logistik, Kasiwas, serta Kasi Propam.
Pemeriksaan ini bukan sekadar formalitas. Tim menyisir gudang penyimpanan senjata, mencocokkan data inventaris, menghitung stok amunisi, hingga menelusuri dokumen peminjaman dan pengembalian senpi. Semua dilakukan untuk memastikan tidak ada celah penyalahgunaan senjata di internal kepolisian.
Hasil Pemeriksaan: Semua Aman dan Sesuai Data
Dari hasil pengecekan, seluruh inventaris senjata api dinyatakan cocok dengan catatan administrasi. Gudang penyimpanan dalam kondisi aman, sistem pengamanan berfungsi optimal, dan kebersihan gudang tetap terjaga.
Jumlah amunisi—baik peluru tajam, karet, maupun hampa—juga sesuai dengan data yang tercatat. Tidak ditemukan kekurangan atau kelebihan stok yang mencurigakan. Dokumen peminjaman dan pengembalian senjata dinyatakan tertib tanpa indikasi pelanggaran.
Kapolresta: Senpi Bukan Mainan, Ada Sanksi Tegas
Dalam arahannya usai pemeriksaan, Kombes Pol. Rahmad Hidayat mengingatkan seluruh personel untuk menggunakan senjata api dinas secara profesional dan sesuai ketentuan hukum. “Senjata api dinas harus digunakan sesuai prosedur. Personel juga wajib menjaga kebersihan, kelayakan senjata, serta mengikuti pemeriksaan berkala,” tegasnya.
Kapolresta menambahkan, bagi personel yang tidak mengikuti pengecekan, senjata dinas mereka akan langsung ditarik. “Bagi yang tidak mengikuti pengecekan, senjata dinas akan ditarik sesuai ketentuan,” ujarnya.
Komitmen Tata Kelola Senpi yang Transparan
Pemeriksaan rutin ini, menurut Kapolresta, merupakan bagian dari komitmen Polresta Bengkulu dalam membangun tata kelola senjata api yang profesional, akuntabel, dan transparan. “Pengawasan yang dilakukan secara berkala diharapkan semakin meningkatkan disiplin dan tanggung jawab personel dalam penggunaan senjata api selama menjalankan tugas kepolisian,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan internal di lingkungan Polresta Bengkulu terus diperketat untuk mencegah potensi penyalahgunaan senjata api dinas di masa depan.