BENGKULU — Dua kejadian tanah longsor dilaporkan terjadi hampir bersamaan di Provinsi Dong Thap, Vietnam selatan, pada Selasa (15/4) dini hari. Di Komune Hoi Cu, satu ruas jalan sepanjang 20 meter yang melintasi Dusun Hau Vinh tiba-tiba ambrol ke sungai. Retakan besar juga mulai merambat ke bagian jalan yang berdekatan, mengancam rumah-rumah penduduk di sekitarnya.
Longsor Kedua Sepanjang 40 Meter Ancam Permukiman
Bencana serupa terjadi di tepi selatan Sungai Cai Lan, tepatnya di Dusun 12, Desa Thanh Hung. Bagian yang longsor memiliki panjang lebih dari 40 meter, dengan lebih dari separuh badan jalan ambruk ke sungai. Otoritas setempat melaporkan bahwa longsor di titik ini menunjukkan tanda-tanda meluas lebih jauh ke daratan, mengancam infrastruktur dan rumah warga di sekitarnya.
Evakuasi dan Pemantauan 24 Jam Dilakukan
Pemerintah setempat langsung bergerak setelah menerima laporan. Komite Rakyat Komune Hoi Cu dan Thanh Hung telah mengerahkan pasukan lokal untuk membantu warga memindahkan barang-barang dan harta benda mereka ke lokasi yang aman. Petugas juga ditempatkan di titik longsor untuk memantau situasi secara ketat dan siap memberikan bantuan jika kondisi memburuk.
Bapak Nguyen Duc Thinh, Wakil Direktur Dinas Pertanian dan Lingkungan Hidup Provinsi Dong Thap, bersama dengan Sub-Dinas Irigasi, langsung meninjau lokasi longsor. Ia meminta pemerintah komune untuk mengarahkan Departemen Ekonomi berkoordinasi dengan instansi terkait guna mensurvei dan mengklarifikasi penyebab longsor.
Penyebab Longsor Diselidiki, Solusi Perbaikan Segera Diusulkan
Wakil Direktur Nguyen Duc Thinh menekankan pentingnya investigasi menyeluruh untuk mengetahui faktor pemicu longsor. “Survei harus segera dilakukan untuk mengusulkan solusi perbaikan sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya di lokasi kejadian. Langkah ini diambil untuk mencegah meluasnya kerusakan dan memastikan keselamatan warga di dua desa yang terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, lalu lintas di kedua ruas jalan tersebut masih terputus total. Warga diimbau untuk waspada dan menjauh dari area longsor yang masih labil. Pemerintah provinsi berjanji akan mempercepat proses pemulihan akses dan relokasi sementara bagi warga yang rumahnya terancam.