BENGKULU — Sebanyak 44.773 pelaku UMKM di Kota Bengkulu tengah menjadi sasaran pembinaan dan penataan oleh Dinas Koperasi dan UMKM setempat. Angka tersebut merupakan data hingga Juni 2026 yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Open Data System (ODS) Kementerian.
Pengawas Koperasi Ahli Muda Subkoordinator Substansi Fasilitasi Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu, Kiki Yanti, mengatakan pembinaan dilakukan dengan menempatkan para pedagang di kawasan yang memang diperbolehkan. Beberapa lokasi yang sudah ditetapkan antara lain Belungguk Point, Berendo, dan Pojok Duren.
Penataan Bukan Sekadar Relokasi, Tapi Juga Penertiban
Kiki menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa sembarangan menempatkan pedagang. Ada aturan yang harus dipatuhi, terutama soal daerah milik jalan (damija) yang kerap menjadi lokasi liar para pedagang kaki lima (PKL).
"Kalau penataannya, memang kita dinas pembina. Cuma kita jangan sampai melanggar juga aturan, seperti daerah milik jalan. Sekarang apalagi yang Pak Satpol PP ini kan sedang banyak penataan PKL," ujar Kiki di Bengkulu, Jumat.
Ia menyebut bahwa proses penertiban akan dilakukan terlebih dahulu sebelum menerima pedagang baru. Langkah ini diambil agar kawasan yang sudah ditata tetap tertib dan hanya diisi oleh pelaku usaha yang benar-benar aktif berjualan.
Kolaborasi dengan Satpol PP untuk Efektivitas Penataan
Pemerintah kota tidak bekerja sendiri. Penataan UMKM dan PKL dilakukan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu. Kerja sama ini dinilai penting karena menyangkut aspek ketertiban umum dan kepastian hukum bagi para pedagang.
"Untuk sekarang yang kita benar-benar membina itu di Belengguk Point, beberapa ruang-ruang publik selain Belengguk Point itu ada Brendo, sama Pojok Duren," tambah Kiki.
UMKM Tak Hanya Berjualan di Lapak, Tapi Juga dari Rumah
Data 44.773 pelaku UMKM yang tercatat tidak terbatas pada mereka yang memiliki toko atau lapak di pusat keramaian. Dinas Koperasi dan UMKM mencatat, angka itu juga mencakup pelaku usaha yang menjalankan bisnisnya secara daring dari rumah.
Para pelaku tersebut tersebar di sembilan kecamatan di Kota Bengkulu dengan berbagai jenis usaha. Mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan. Pemerintah kota berharap pembinaan yang dilakukan bisa mendorong mereka naik kelas dan memiliki daya saing lebih kuat.
"Kalau untuk jumlah UMKM di Kota Bengkulu ya, ini untuk sampai dengan bulan Juni ya, itu sudah ada sejumlah 44.773 data yang bekerja sama dengan statistik dan ODS dari kementerian," sebut Kiki.